Target 18 Juta Jam Kerja Akan Dikaji Ulang

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro- Target 18 Juta jam Loss Time Injury (LTI) atau penghitungan jam kerja tanpa kecelakaan khususnya di proyek Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) 1, proyek Banyuurip, Blok Cepu masih akan dikaji ulang oleh konsorsium PT.Tripatra Engineers and Constructors- Samsung.

Kepada Suarabanyuurip.com Comunication and Manager CSR PT.Tripatra, Dony Hermawan, mengakui, jika pihaknya telah menargetkan 18 juta jam kerja dan akan melakukan kajian ulang sejalan adanya insiden kecelakaan oleh pekerja EPC-1 beberapa hari lalu.

“Targetnya memang segitu, tentang insiden tersebut masih dikaji lagi. Berdasarkan kejadian kemarin apakah bisa lanjut atau kembali ke nol lagi,” tutur dia, Minggu (1/9/2013).

Sebelum insiden yang menimpa salah satu subkontraktor proyek EPC-1 beberapa hari lalu, Tripatra memberlakukan penghitungan yang dilakukan dalam beberapa tahap. Kalkulasi hitungan dimulai dari 1 juta, 5 juta, 10 juta, dan 18 juta jam bersamaan penyelesain pengerjaan fasilitas produksi puncak.

Menurut Dony, saat ini pihaknya masih mencari indikator-indikator yang akan dijadikan ketentuan dalam kaitanya insiden dengan jumlah jam kerja tanpa kecelakaan yang sudah berjalan.

Baca Juga :   Pertamina EP Pertahankan Produksi Minyak

“Karena ada indikator-indikator penentunya. Ketika menjadi nol lagi apa indikatornya dan mengapa? Lalu kalau lanjut apa saja yg menjadi pertimbangannya,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya sedang menunggu hasil dari kajian yang dilakukan. “Kami juga masih menunggu akan hal itu,” tutur Doni.

Sebelumnya Tripatra telah berhasil mencapai penghitungan 1 juta dan 5 juta LTI yang belum lama ini telah diperingati. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *