SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ratusan warga Desa Patihan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur mendatangi balai desa setempat, Rabu (4/9/2013). Mereka yang menamakan dirinya Patihan Bersatu mempertanyakan sejumlah kejanggalan dari Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) yang dibuat Pemerintah Desa (Pemdes) sebelumnya.
“Ini tidak ada kaitannya dengan Pilkades, tapi terkait keuangan desa yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” teriak seorang warga.
Salah satu Koordinator Warga Patihan Bersatu, Suntoro, mengatakan, ada sejumlah kejanggalan dari SPJ yang dibuat Kepala Desa (Kades) Patihan sebelumnya, Mulyono, pada tanggal 20 Agustus lalu. Saat itu jumlah uang kas desa yang tersisa hanya Rp8.846.100.
“Dalam SPJ tidak ada rincian detail, apa saja pembelanjaan desa selama pak Mulyono memerintah,” tambah Suntoro, mengungkapkan.
Warga memperkirakan, masih ada sekitar Rp1 milyar uang kas desa yang belum masuk dalam SPJ. Mereka datang ke balai desa untuk mempertanyakan masalah ini guna meminta kepada Kades yang sekarang, Agung, Â untuk dipertemukan dengan Pemdes sebelumnya. Termasuk diantaranya mantan Kades, Bendahara, dan Sekretaris Desa.
“Kami minta dipertemukan dengan mereka untuk memberi penjelasan kepada warga. Kami memperkirakan ada 1 M uang kas desa yang belum masuk SPJ,” tambahnya.
Saat ini, Kades Patihan yang baru dilantik, Agung, bersama dengan Muspika Widang, Kapolsek Widang, dan Danramil Widang, masih melakukan mediasi dengan perwakilan warga untuk membicarakan tuntutan warga. (edp)