SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Tindak kriminalitas mulai merajalela di sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu. Seorang pengendara motor ditodong senjata tajam oleh orang tak dikenal saat melintas di pertigaan jalan Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (4/9/2013) sekira pukul 19.00 WIB.
Persitiwa naas itu menimpa Budianto, warga Desa Tapelan, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Setelah ditodong dengan sebilah celurit oleh dua orang, motor Yamaha Vixion tahun 2012 warna merah maron bernopol K 2025 GY milik korban dirampas pelaku. Kejadian itu terjadi di barat proyek kampung tunnel yang masuk wilayah proyek engineering procuremen and construktion (EPC)-1, Banyuurip, Blok Cepu.
Informasi yang diperoleh menyebut, kriminalitas itu terjadi saat korban dalam perjalanan menuju Desa Begadon, Kecamatan Gayam untuk menjadi cucuk lampah resepsi pernikahan warga desa setempat. Namun, dalam perjalanan itu korban diikuti oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai motor vixon.
Sampai di dekat proyek kampung tunnel tiba-tiba dua orang yang mengikutinya mendahului korban dan menghadang sambil mengacungkan sebilah celurit. Pelaku meminta korban untuk berhenti dan menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya.
“Mungkin korban takut dibunuh pelaku. Karena, lehernya dikalungi celurit dan korban ditendang hingga terjebur dibawah jembatan kecil saluran air yang berada dekat proyek kampung tunnel. Kemudian, sepedah motornya dibawa kanur pelaku,” kata Munawir, warga Dukuh Puduk, Desa Bonorejo menirukan cerita korban saat mengantar melaporkan kejadian itu kepihak kepolisian Polsek Purwosari, Kamis (5/9/2013).
Pria yang juga petugas keamanan (PK) proyek kampung tunnel itu mengaku, sebenarnya dia tidak mengetahui awal kejadian tersebut. Karena pada waktu itu dia berencana pergi kerumah tetangga untuk hajatan.
“Saat itu saya berpapasan dengan korban dan melihatnya berlari sambil berteriak kalau sepeda motornya dirampok orang,†kata Munawir, menerangkan.
Mendengar teriakan itu, lanjut dia, dirinya bersama beberapa warga lainnya bergegas datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Namun sampai ditempat kejadian pelaku sudah kabur.
“Kemudian saya antar laporan dipihak yang berwajib,†tegas Munawir.
Kapolsek Purwosari, AKP Musjari ketika dikonfirmasi, menyarankan agar menghubungi Kapolsek Gayam. Sebab TKP itu masuk wilayah hukum Polsek Gayam. “Tolong konfirmasi langsung dengan pak Kapolsek Gayam, Pak,” saran Musdjari.
Terpisah, Kapolsek Gayam, AKP Sudirman, membenarkan adanya peristiwa penodongan dan perampasan motor tersebut. Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro dan seluruh Polsek untuk melakukan razia pada malam hari.(sam)