Tiara : Rekrutmen Naker Sesuai Kebutuhan

tiara

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Operator migas Tiung Biru (TBR), Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Aset 4 Field Cepu mengaku masih belum mengtahui kebutuhan pelaksana work over yang ada dilokasi pemboran. Pengakuan itu menanggapi permintaan warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur  yang menginginkan agar warga bersertifikasi dilibatkan dalam proyek.

“Kami belum tau seperti apa kebutuhan pelaksana work over sumur tersebut, Mas,” kata

Hubungan masyarakat (Humas) PEP Aset 4 Field Cepu, Kartika Tiara Sari, melalui pesan pendek yang dikirimkan ke suarabanyuurip.com, Rabu (04/09/2013) malam.

Menurut Tiara, pengerjaan proyek di TBR saat ini jauh berbeda dengan pemboran sumur pada saat pertama kali dilaksanaan beberapa tahun lalu. Selain itu perekrutan tenaga kerja (Naker) juga disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

“Bagaimana pun juga ini jauh berbeda dengan pemboran sumur saat pertama kali dulu,” tegas wanita gingsul ini.

Dibagian lain, Kastur, warga Desa Kalisumber, mengingatkan, kepada operator tentang keberadaan Peraturan Daerah (Perda) No: 23/2011 tentang Konten Lokal. Dimana dalam regulasi itu telah diamanahkan agar operator migas mengoptimalkan kandungan lokal.

Baca Juga :   Keluhkan Dump Truck Proyek Lewat Jalan Lingkungan

“Apalagi warga sudah memiliki sertifikat tentang migas. Jadi tidak alasan bagi operator untuk tidak melibatkannya,” tegas Kastur.

Dia menambahkan, delapan warga yang memiliki sertifikat itu adalah, Puput, Hadi, Agus, Kisnoto, Dateng, Juwito, Parmin, Riki, Kastur, Totok, Agus dan Ripin. Semuanya warga Kalisumber.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *