SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Dialihkannya sementara jalan poros Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur lewat jalan proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC)-1, Banyuurip, Blok Cepu menjadikan pengguna jalan banyak yang kesasar (tersesat).
Rata-rata mereka yang tak tahu arah tersebut beasal dari luar desa setempat. Mereka tak tahu jika jalan dialihkan, apalagi tidak diberi rambu-rambu.
Pengalihan sementara ke jalan masuk proyek itu lantaran jalan poros desa masih dipergunakan untuk pembangunan proyek Kampung Tunnel. Proyek ini dikerjakan CV Jaya Makmur (Jamu) subkontraktor dari proyek EPC-1 yang dilakukan konsorsium PT Tripatra – Samsung Engineering.
“Yang saya tahu jalan yang lama, Mas. Jadi saya bingung kesasar  mau lewat jalan proyek tidak berani, karena tidak ada rambu-rambunya,” kata Prawito, yang mengaku warga Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Bojonegoro saat hendak menghadiri hajatan pernikahan di rumah kerabatnya di Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Jumat (07/09/2013).
Warga Dukuh Puduk, Desa Bonorejo, Sutrisno, mengharapkan pihak pelaksana proyek untuk segera mengambil langkah agar warga dari jauh tidak kesasar. Salah satunya diberikan rambu-rambu penunjuk jalan yang masuk melewati jalan proyek, tepatnya di proyek kampung tunnel itu.
“Kasihan warga yang dari luar lokasi sumur Banyuurip banyak yang bingung saat melintasi jalan poros Desa Bonorejo menuju Desa Brabowan, maupun Begadon tersebut,” ungkap Sutrisno.Â
Dikonfirmasi terpisah, Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor proyek EPC-1, Budi Karyawan, melalui pesan pendek terkait hal tersebut hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)