SPKP : Upah Telat Tanda Perusahaan Tak Sehat

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Belum dibayarnya upah para tenaga kerja di bawah naungan Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina PT Geo Cepu Indonesia (GCI) hingga akhir pekan pada minggu pertama Februari 2017 ini, telah merugikan para pekerja. GCI merupakan kontraktor yang mengerjakan sumur tua.

Ketua Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Agung Pudjo Susilo menilai, apa yang dilakukan GCI terhadap pekerjanya menandakan jika perusahaan tersebut sudah tidak sehat. Sehingga perlu adanya perubahan pada tubuh managemen perusahaan.

“Itu penyakit lama yang seharusnya tidak terulang lagi. Tapi sekarang terjadi lagi. Kenapa masih dipertahankan,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Minggu (5/2/2017).

Aksi mogok para buruh tersebut akan berlanjut sampai Senin pekan depan. “Hingga upah terbayarka. Yang jelas, kondisi ini sangat merugikan para pekerja,” ujarnya.

Sementara Humas GCI, Sugiharto menyatakan, jika yang mogok kerja bukan karyawan GCI, melainkan dari Tenaga Kerja Jasa Penunjang (TKJP).

“Untuk urusan gaji itu urusan vendor,” ucapnya.

Baca Juga :   Juni, Studi Amdal Kilang Tuban Keluar

Menurutnya, vendor harus siap dengan segala risiko termasuk belum terbayarnya invoice.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *