SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Jakarta – Kasus yang menimpa mantan Kepala Satuan Pelaksana Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mempengaruhi kinerja anggota SKK Migas yang lain.Â
Staf Ahli Deputy Pengendalian Operai SKK Migas, Hamdy Zaenal, mengatakan, meskipun tahun depan target produksi minyak Indonesia bakal mencapai 870 ribu barel per hari namun kewajiban semua pegawai SKK Migas akan berjalan seperti biasanya.Â
“Kami akan bekerja seperti biasa, terlebih telah diterbitkan Kepres Plt Kepala SKK Migas, nomernya saya lupa,” tegasnya kepada SuaraBanyuurip.com
Mengutip dari pernyataan Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Jero Wacik ,Hamdy mengatakan, target minyak tahun depan sangat menantang dan memerlukan kerja keras untuk mencapainya. Belum lagi, target produksi minyak tahun ini sebesar 840 ribu barel per hari, baru tercapai 826 ribu barel per hari.
“Memang ada kekhawatiran dari Menteri ESDM, dimana kasus Rudi Rubiandini akan mempengaruhi kinerja kami. Tapi Insya Allah tidak perlu ada yang dikhawatirkan, justru saat ini merapatkan barisan jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga,” tukasnya.Â
Pihaknya sepakat dengan Menteri ESDM bahwa target 870.000 barel per hari, meskipun angka yang sangat menantang. Angka yang sangat berat, tetapi kalau bekerja sama dengan semua anggota DPR, tentu sekaligus juga mengajak walikota, bupati, dan gubernur di daerah jangan persulit perizinan.
“Kami yakin 870.000 barel per hari bisa tercapai pada 2014 mendatang,” tegasnya. (rien)Â