Warga Kalianyar Tak Pernah Ikuti Sosialisasi

lumpur-1

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Semburan lumpur di dekat penggalian pipa minyak mentah Banyuurip, Blok Cepu di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojongero, Jawa Timur membuat warga setempat ketar-ketir. Sebab sejak awal melakukan pekerjaan, baik Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu maupun kontraktornya, PT. Inti Karya Pesrsada Teknik (IKPT), pelaksana proyek engineering, procurement and constructions (EPC) – 2 Banyuurip tak mensosialisasikannya kepada warga.

“Belum pernah sama sekali. Seharusnya sebelum proyek dimulai ada sosialisasi kepada warga. Sehingga warga tahu kegiatan yang dilaksanakan dan dampaknya seperti apa,” kata Ketua RT10/RW01 Desa Kalianyar, Jari Pambudi ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Minggu (8/9/2013).

Dia mengaku, sangat menyayangkan sikap operator migas maupun kontraktornya. Sebab mereka baru akan mengumpulkan warga setelah munculnya semburan lumpur di samping dan belakang rumah Kasbianto, Sabtu (7/9/2013) kemarin. Rencananya pertemuan itu akan dilakukan di musalla RT setempat pada 11 September 2013 mendatang sekira pukul 20.00 wib.

“Setelah muncul permasalahan baru mau mengumpulkan warga. Ini khan keliru, seharusnya sebelum mulai pekerjaan mereka kulonuwun dulu,” tegas Jari.

Baca Juga :   Usulkan Pos Center di CPP Gundih

Dia menyatkan,  belum bisa mengetahui keinginan warganya terkait munculnya semburan lumpur tersebut. Karena hal itu masih akan dibahas dengan warga dan akan disampaikan dalam pertemuan mendatang.

“Yang jelas ini sudah merugikan warga. Tapi saya akan koordinasikan dengan warga dulu, khususnya warga RT 10,” pungkas Jari.

Senada juga disampaikan, Kasbiyanto. Dia mengaku, hanya sekali diundang untuk mengikuti sosialisasi di Pendopo Kecamatan Kapas. Namun setelah itu tidak ada pemberitahuan lagi dan pekerjaan penggalian pipa dimulai hingga muncul semburan air bercampur lumpur di samping dan belakang rumahnya.

“Dulu waktu sosialisasi kontraktor juga berjanji akan membangun jalan lingkungan di RT ini, tapi sampai sekarang tidak juga terealisasi,” sambung Kasbianto ditemui di rumahnya, Minggu (8/9/2013).

Seperti diberitkan sebelumnya, empat titik semburan lumpur muncul di dekat lokasi penggalian pipa 20 inci Banyuurip. Satu titik berada disamping rumah Kasbianto dan tiga lainnya berada diareal lahan milik PT Gudang Garam. Disinyalir semburan lumpur itu muncul diakibat dari pemboran untuk penggalian pipa Banyuurip.(suko)

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Keluarkan Ijin Prinsip EPC 5

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *