Polda dan SPKP Cepu Gelar Simulasi Mogok Kerja

Simulasi buruh GCI Demo

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur bersama Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu menggelar simulasi mogok kerja di kantor Distrik 1 Kawengan, di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (20/5) sekitar pukul 10:30 WIB.

Bersama puluhan buruh Kerja Sama Operasional (KSO) Pertamina EP- PT Geo Cepu Indonesia (GCI), empat petugas Pam Obvit langsung mereka ulang protes yang selama ini dilakukan pekerja.

“Kegiatan ini sifatnya simulasi yang diintruksikan Kapolda Irjen Pol Machfud Arifin,” ujar seorang petugas Pam Obvit, Muhammad Noer, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui usai aksi simulasi.

Dihadapan para pekerja, M. Noer sangat bersahabat dan merakyat. Intinya selama mogok kerja berlangsung, pihaknya tidak akan intervensi apa yang ingin disampaikan. Hal tersebut karena telah diatur dalam regulasi.

Sebagaimana dengan tugas pokok dan fungsinya, Pam Obvit juga bakal mengawal mogok kerja tersebut. Diharapkan tidak ada kerusakan yang ditimbulkan.

Ketua Umum SPKP Cepu, Agus Pujo Susilo, sangat mengapresiasi tindakan Polda menggelar simulasi mogok kerja buruh. Meskipun arahnya hanya sebatas dokumentasi, tapi harmonisasi ini diharapkan mempererat hubungan emosional antara pekerja dengan petugas pengamanan.

Baca Juga :   50.000 Paket Konkit Gratis Bagi Petani dan Nelayan

“Perlu dicatat bahwa mogok kerja anggota SPKP Cepu bukan seperti aksi unjuk rasa pada umumnya,” jelasnya.

Selama ini mogok kerja berjalan damai. Buruh hanya membentangkan spanduk berisi tuntutan, dan menunggu manajemen GCI meresponnya. Pujo paham betul, ketika unjuk rasa sampai membakar atau aksi anarkis akan merugikan organisasinya.

Dalam simulasi mogok kerja perdana, puluhan buruh GCI langsung memenuhi pintu masuk kantor Distrik 1 Kawengan. Tak lama, perwakilan Pam Obvit langsung datang dan menanyakan apa keinginan buruh.

M. Noer menjelaskan, hari Sabtu manajemen GCI tidak ada dikantor, kemudian semua pekerja diajak masuk ke kantor untuk mediasi. Selama mediasi, Pujo langsung menjelaskan pokok permasalahan yang terjadi sejak tahun 2014 silam.

Diantaranya SPKP Cepu menolak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak terhadap 60 pekerja. Segera perpanjang kontrak 60 driver dan CIT. Segera selesaikan pembayaran Simfoni. Aktifkan BPJS Kesehatan, dan terakhir bayarkan gaji tepat waktu.

Mendengar aspirasi tersebut, M. Noer langsung meminta perwakilan GCI mencatatnya. Dalam waktu singkat aspirasi tersebut harus diselesaikan.

Baca Juga :   Jelang Ramadan Stok LPG 3 Kg di Bojonegoro Aman

Di akhir mediasi, Pujo berharap kemajuan dunia usaha Migas dan kesejahteraan buruh harus seimbang. Berlarutnya polemik selama ini, perlu dilakukan evaluasi di internal manajemen GCI selaku pemegang kebijakan di wilayah operasinya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *