SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqqy
Bojonegoro- Semburan lumpur di dekat lokasi penanaman pipa proyek engineering, procurement, and constructions (EPC) 2 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro,  Jawa Timur diperkirakan berasal dari endapan zat Bentonite.
“Kemungkinan berasal dari endapan zat Bentonite,” ujar sumber dari salah satu pekerja kontraktor konsorsium PT.IKPT-Kelsri yang tak ingin disebut identitasnya kepada Suarabanyuurip.com kemarin.
Bentonite, menurut dia adalah zat yang digunakan untuk pelumas pada lubang alat bor yang meresap keatas permukaan karena faktor kekeringan. Dia mengklaim zat tersebut tidak membahayakan. Bahkan bisa digunakan untuk penyubur tanaman.
“Namun rencananya lumpur-lumpur ini akan kita buang,” imbuhnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Operasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jawa Bali, Madura, dan Nusa Tenggara (Jabamanusa) Kosario MK, menyatakan, pemasangan pipa dengan pemboran horisontal menggunakan bentonite sebagai lumpur agar mesin bor tidak terkunci didalam tanah liat.
“Selain itu bentonit akan membuat mata bor tidak panas. Jadi bisa muter terus.Secara teori memang seperti itu,”papar dia, Senin (9/9/2013).
Sebelumnya Humas PT.IKPT, Sunarto, mengaku, Â akan melakukan pemahaman dengan menyosialisasikan kepada warga sekitar mengenai kejadian luberan lumpur tersebut.
Sebagaimana diketahui, empat titik semburan lumpur muncul di dekat lokasi penggalian pipa 20 inci Banyuurip. Satu titik berada disamping rumah Kasbianto dan tiga lainnya berada diareal lahan milik PT.Gudang Garam. Semburan lumpur itu mencemaskan warga sekitar dan pemilik lahan. Warga menduga semburan lumpur berasal dari penggalian pipa proyek Banyuurip, Blok Cepu.(roz)