Ratusan Petani Hentikan Aktifitas SI

demo-sg

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Ratusan petani dari Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendatangi Stokpel (lokasi bongkar muat bahan baku) milik PT Semen Indonesia  Tbk (PT SI) di Tuban, Senin (9/9/2013).

Mereka menghentikan aktifitas di tempat tersebut, karena petani beranggapan bahwa tempat tersebut merupakan biang keladi dari polusi debu yang merusak tanaman. Bahkan mencemari udara hingga ke perkampungan warga.

Meski secara geografis Stokpel tersebut berada di Desa Temaji, Kecamatan Jenu, tapi dampak dari polusi paling dirasakan oleh warga Desa Karangasem.

“Kita minta supaya PT SI memperhatikan masalah ini. Serta melakukan tindakan tegas kepada kontraktor yang menangani masalah ini,” kata Abdul Rokim, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangasem, sekaligus salah satu korlap petani.

Menurut mereka, PT Surya Inti Gemilang (SIG) selaku rekanan PT SI yang menangani aktifitas bongkar muat harus bertanggung jawab. Karena, beberapa tanaman warga seperti padi, jagung, dan sebagainya tingkat produksinya semakin menurun. Setelah dioperasikannya Stokpel sejak bulan Juni 2013 lalu.

Baca Juga :   Petani Sekitar Blok Cepu Panen Raya Padi

“Produksi pertanian kami jauh berkurang, mas, bahkan debu tras sampai masuk kepemukiman kami,” kata Pujiharto (45), tokoh warga lain.

Mereka menuntut supaya PT SI dan PT SIG membenahi infrastruktur yang ada di Stokpel, dan menjamin tidak ada lagi debu yang jatuh liar di areal pertanian maupun perkampungan warga.

“Kami minta supaya aktifitas bongkar muat dikembalikan ke sistem semula, yaitu dilakukan didalam pabrik bukan diluar seperti sekarang,” tambah Pujiharto.

Warga yang ditemui Manager Bina Lingkungan PT SI, Suntoro, kemudian melakukan media disalah satu ruangan Stokpel setempat. Untuk membicarakan masalah tuntutan warga ini. (edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *