SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Setelah diprotes keras oleh petani asal Desa Karangasem, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur atifitas stokpel (tempat bongkar muat bahan baku semen) PT Semen Indonesia Tbk (PT SI)—dulu PT Semen Gresik—secara resmi dihentikan sementara oleh perusahaan, Senin (9/9/2013).
“Kita beri jaminan kepada warga kalau stokpel akan kami hentikan sebelum semua infrastruktur, dan permasalahan debu ini bisa diatasi,†kata Kepala Seksi Bina Lingkungan PT SI, Suntoro, ditemui usai menemui perwakilan dari petani.
Penghentian aktifitas stokpel, akan dilakukan sampai permasalahan polusi debu, dan beberapa infrastruktur yang disoal warga selesai. Serta setelah petani bisa bertemu dengan PT Surya Inti Gemilang (PT SIG), selaku rekanan dari PT SI yang bertanggung jawab menangani masalah ini.
“Kita coba pertemukan antara petani dengan PT SIG secepatnya. Supaya masalah ini bisa selesai,†tandasnya.
Penghentian aktifitas Stokpel ini juga atas permintaan dari petani. Petani meminta supaya tidak beroperasi dahulu sebelum tuntutan warga ini dipenuhi.
“Sementara kita pakai sistem lama lagi sebelum ada stokpel, yaitu bongkar muat dilakukan di dalam pabrik,†tandasnya.
Suntoro juga menegaskan, kalau hal ini tidak berpengaruh pada produksi semen dari PT SI.
Setelah mendapat jaminan bahwa stokpel akan diberhentikan sampai permasalahan ini selesai. Petani kemudian membubarkan diri dengan tertib.
“Kita minta dihentikan dulu sebelum permasalahan selesai, serta kita menunggu ditemukan dengan pihak PT SIG,†kata Pujiharto, salah satu koordinator warga.
Diketahui, Stokpel yang mulai dioperasikan pada bulan Juli 2013 lalu. Merupakan satu tempat bongkar muat bahan baku semen berupa batu bara, dan batu tras. Sebelumnya aktifitas bongkar muat memang dilakukan perusahaan di dalam pabrik. (edp)