SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sebanyak enam orang yang diduga sebagai gerombolan penjahat ditangkap oleh warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur, Selasa (10/09/2013).
Informasi yang diperoleh menyebut, penangkapan enam orang yang dilakukan masyarakat desa ring satu sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu itu lantaran warga sudah menaruh curiga kepada salah satu warga desa setempat yang berinisial J. Dia sering membongkar barang-barang seperti bekas di rumahnya.
Salah satu warga Gayam, Gunawan, mengatakan, enam orang yang ditangkap warga itu berasal dari desa yang berbeda. Bahkan, ada yang dari luar daerah. Yakni, dari Nganjuk, Jawa-Timur.
“Saya tidak tahu nama enam orang yang ditangkap warga, Mas. Lagi pula saya juga tidak ikut pada saat penangkapan. Namun, informasinya enam warga itu berasal dari desa berbeda dan bahkan ada yang dari wilayah Nganjuk,” kata Gunawan kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (10/09/2013).
Dia menjelaskan, dalam penangkapan enam orang itu belum melakukan aksi kejahatan. Namun, warga sudah curiga mereka akan beraksi. Kemudian, enam orang itu dibawa ke rumah Kepala Desa Gayam, Pujiono, untuk menghindari amuk massa.
“Setelah dari Pak Lurah Pujiono enam orang itu dibawa ke Polsek sebelum dihajar massa,” jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gayam, AKP Sudirman, mengaku belum bisa memberikan keterangan yang lebih detail. Karena, masih dalam proses pengembangan penyelidikan untuk kebenaran dugaan warga yang mengarah pada enam orang tersebut.
“Barang bukti (BB) sementara berupa peralatan yang dibawa enam orang tersebut. Intinya, saya belum bisa memberikan keterangan secara jelas. Karena masih dalam proses pendalaman indikasi,” ungkap Sudirman saat ditemui di Kantor Polsek Gayam.
Dugaan ini terus dilakukan pengembangan dengan berkoordinasi dari semua jajaran kepolisian baik dari Polsek sekitar, Pam Obvit, dan Buser dari Polres Bojonegoro.
Seperti diberitakan sebelumnya, di sekitar wilayah proyek Banyuurip Blok Cepu pernah ada kejadian perampasan sepeda motor Yamaha Vixion tahun 2012 warna merah maron dengan nopol K 2025 GY milik Budianto, warga Desa Tapelan, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, Jawa-Timur. Kejadiannya di pertigaan jalan poros Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, tepatnya di barat proyek kampung tunnel yang masuk wilayah proyek engineering procurement and construction (EPC)-1, Banyuurip, Blok Cepu. (sam)