SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Tidak lama lagi di Bojonegoro, Jawa Timur akan berdiri pabrik Pupuk Kujang yang memanfaatkan keberadaan unitisasi lapangan gas Jambaran-Tiung Biru.
Direktur Produksi Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kujang, Dana Sudjana, menyatakan, pabrik pupuk akan dibangun akan menelan biaya sebesar Rp8,1 triliun. Kebutuhan lahan untuk lokasi pabrik seluas 50 hektar dengan syarat jauh dari pemukiman, bebas banjir, dan dekat rel kereta api (KA).
“Kalau proses pembangunan mulus, pabrik pupuk PT Kujang di Bojonegoro beroperasi 2017 dengan produksi 2.750 ton per hari,†jelasnya.
Dia menambahkan, besarnya produksi pupuk di daerah setempat enam kali lipat dibanding produksi pabrik pupuk PT Pupuk Kujang di Cikampek. Meski lahan yang dipakai untuk pembangunan pabrik baru nilai investasinya sama.
“Untuk pendirian dan operasioanl pabrik Pemkab Bojonegoro tidak terlibat,” tukasnya.
Terpisah, Direktur PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), BUMD milik Pemkab Bojonegoro, Ganesha Asykari, mengatakan, daerah tidak bisa bekerja sama dalam pendirian pabrik pupuk karena PT Pupuk Kujang yang merupakan perusahaan milik Pemerintah. Namun, berdirinya pabrik pupuk Kujang di Bojonegoro akan membawa pengaruh berdirinya berbagai macam industri ikutan.
“Daerah bisa mengambil keuntungan mengajak kerja sama dengan investor yang akan mendirikan berbagai macam industri ikutan dengan berdirinya pabrik Pupuk Kujang,†katanya.
Ia menjelaskan, keuntungan daerah yang lain dengan berdirinya pabrik pupuk yaitu perolehan dana bagi hasil Migas yang pembagiannya berdasarkan participating interest (PI). Nilainya sebesar 4,6 persen dengan terjualnya produksi gas sebagai bahan pupuk.
“Produksi gas lapangan Jambaran, lapangan gas Tiung Biru (TBR), dan lapangan gas Cendana yang akan dikelola besarnya mencapai 300 million metric british thermal units (MMBTU),” tukasnya.
Setelah produksi gas diolah menjadi gas bersih, maka PT Pupuk Kujang akan memanfaatkan gas untuk bahan pupuk sebesar 85 MMTBU per hari. Sedangkan PT Petrokimia juga akan memanfaatkan gas sebesar 85 MMTBU per hari, sisanya sekitar 15 MMBTU kemungkinan akan dimanfaatkan PT Bangkit Bangun Sarana (BBS), BUMD milik Pemkab Bojonegoro. (rien)