4 Siswa SMT Kesurupan

kesurupan

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Sebanyak empat siswa Sekolah Model Terpadu (SMT) Bojonegoro, Jawa Timur kesurupan saat masuk sekolah. Ditengarai mereka kerasukan mahluk halus yang mengamuk karena tempat tinggalnya dipergunakan anak muda berpacaran.  

Guru Agama Islam SMT, Ahmad Qorib, mengatakan, awal mula terjadinya kesurupan ini saat salah satu siswinya tidak mau masuk kelas karena banyak tulisan huruf Arab di dinding, dan pintu kelas. Saat ditanya kenapa tidak masuk, malah menangis kesakitan. Akhirnya diantar oleh temannya ke ruang istirahat.

“Tapi beberapa saat malah anaknya menjerit, dan menangis. Setelah ditenangkan dan di ruqyah justru teman yang mengantarnya itu menangis, dan menjerit juga,” katanya tanpa menyebutkan nama siswa yang kesurupan tersebut, Jumat (13/9/2013).

Tidak berhenti disitu, setelah siswa pertama kesurupan, dan berpindah tempat ke raga 4 siswa yang berbeda. Karena berpindah-pindah terus diindikasi hanya satu Jin yang menyebabkan kesurupan tersebut. Sampai akhirnya menggunakan cara halus yaitu berdialog dengan makhluk halus yang merasuk ke tubuh anak-anak itu.

Baca Juga :   Pemuda Gayam Tutup Well Pad C Banyuurip

“Siswa terakhir menjawab meskipun dengan merintih kesakitan karena dibacakan ayat suci Al-Qur’an. Katanya tempat tinggal yang berada di jembatan Desa Sukowati, Kecamatan Kapas telah diusik manusia,” tukasnya.

Dia menuturkan, makhluk halus berjenis Jin ini menceritakan, tempatnya sudah dipakai perbuatan mesum oleh manusia, dan perbuatan maksiat lainnya. Namun entah siapa yang benar apakah siswa ataukah Jin yang merasuki raga siswa kelas X itu meminta, agar rumahnya (jembatan) tidak lagi ditempati manusia.

“Setelah mengatakan itu Alhamdulilah langsung keluar dari raga siswa didik saya,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, dari 4 siswa yang kesurupan tersebut 3 siswa putri kelas X, dan 1 siswa Putra  kelas XI. Kebetulan dari ketiga siswi itu sedang berhalangan atau datang bulan, sedangkan yang putra kelelahan habis olah raga.

“Belum pernah ada kejadian seperti ini,” tuturnya.

Kepala Sekolah SMT, Mashadi, menegaskan, setelah peristiwa ini pihaknya akan meningkatkan iman dengan mengadakan pengajian rutin, dan memutar rekaman do’a atau bacaan ayat suci Al-Qur’an sebelum pelajaran dimulai.

“Agar iman siswa-siswi disini lebih meningkat, dan bisa menangkal adanya gangguan dari makhluk halus,” pungkasnya. (rien)

Baca Juga :   Jumlah Perpustakaan di Blora Meningkat

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *