SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro-  Warga Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin khawatir dengan munculnya kembali semburan lumpur di dekat lokasi penggalian pipa minyak Blok Cepu, Jum’at (13/9/2013). Sebab kali ini semburan lumpur baru muncul di lokasi berbeda.
Sebelumnya, pada Sabtu (7/9/2013) lalu, semburan lumpur terjadi empat titik. Yakni di samping rumah Kasbianto warga RT. 10/RW.01 Desa kalianyar, tepat didekat kandang ayam. Sedangkan tiga lainnya di tanah milik PT Gudang Garam yang berada dibelakang rumahnya.
Namun hari ini lumpur kembali menyembur di halaman rumah Sadi Husada, warga RT.10/RW.01. Bahkan lebih hebat dari sebelumnya. Halaman rumah Sadi digenangi air bercampur tanah berwarna kecoklat-coklatan hingga meluber ke rumah Kasminah.
Jarak lokasi antara semburan lumpur yang pertama dan kedua ini sekira 30 meter. Sedangkan jarak antara semburan lumpur dengan lokasi pemboran pipa Blok Cepu sekira 50 meter.
Diduga, semburan lumpur itu akibat pemboran untuk penggalian pipa darat 20 inci yang dikerjakan PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT), pelaksana proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 2 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Sebab saat pemboran dihentikan, semburan lumpur itu berhenti. Kuat dugaan, munculnya semburan lumpur lagi ini dikarenakan aktifitas pemboran dengan cara horisontal kembali dilakukan kontraktor.
Salah satu warga setempat, Kasminah (50), mengatakan, semburan lumpur yang awalnya sudah berhenti pada Kamis (12/9/2013) kemarin, hari ini muncul lagi bahkan sempat menggenangi halaman depan rumah milik Sadi.
“Meskipun sudah dikasih tau kontraktornya kalau tidak berbahaya, tapi kami tetap saja takut,” tegasnya.
Dia mengungkapkan, sebelumnya kontraktor yang melaksanakan pekerjaan penggalian pipa sudah memberikan penjelasan tentang munculnya semburan. Menurut kontraktor, kata Kasminah, lumpur tersebut subur dan bisa dijadikan pupuk.
“Tetapi jika tidak berhenti bukannya menjadi subur tetapi malah bisa mengubur. Karena itu, kami minta tolong agar orang-orang penting itu memperhatikan kami yang rumahnya berdekatan dengan pipa,” imbuhnya.
Sementara itu, pantauan di lapangan, beberapa pegawai dari PT IKPT datang dan mengeruk lumpur yang menggenang halaman rumah Sadi tanpa memberikan komentar sedikitpun. Mereka tampak mengeruk dan memindahkan lumpur tersebut ke pinggiran lahan kosong, meskipun masih keluar semburan kecil.
Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), Suharto, mengatakan, pihaknya telah meminta PT IKPT bertanggung jawab atas keresahan warga disekitar proyek.
“Saya telfon Pak Edi dari PT IKPT barusan, dan katanya pekerjaan akan dihentikan sementara,” tegasnya.
Vice President Public and Goverment Affair Manager Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu, Erwin Maryoto,melalui Jefrey Haribowo, enggan menanggapi munculnya semburan lumpur yang kedua kali tersebut.
“Keselamatan masyarakat, lingkungan dan karyawan selalu menjadi prioritas utama bagi MCL dan para kontraktornya dalam setiap kegiatan operasi,” jawab Jefry singkat melalui pesan pendek.(rien)