SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) meyakini jika uang ganti rugi dari Bank Garansi yang wajib dibayarkan mitra kerjanya, PT Intermedia Energi (IME) atas kemoloran pembangunan pabrik gas flare di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro pasti diberikan.
“Ada sekitar Rp 11 Miliar sisa yang belum dibayarkan oleh PT IME pada tahun 2013,” kata Direktur Utama PT. BBS, Deddy Afidick kepada www.suarabanyuurip.com, Jum’at (13/9/2013).
Dirinya berharap, pada masa akuisisi PT IME sudah memperhitungkan ganti rugi tersebut. Tetapi, kepentingan utama BUMD sekarang adalah mendapatkan Rp 11 M Â atau proyek ini berjalan dalam jangka panjang.
“Kalau saya lebih baik proyek ini berjalan dalam jangka panjang, sehingga jika penghasilan Rp 11 Miliar itu pada 2013 tidak terbayar dan terbayarkan 2014 anggap saja sebagai penghasilan yang tertunda,” tutur Deddy.
Dia menyatakan, penundaan tersebut didalam dunia usaha adalah hal biasa dan disebut penghasilan yang tertunda. Kalaupun uang tersebut terbayarkan pada tahun 2013 tetap masuk APBD 2014. Karena prosesnya begitu masuk Desember 2013, pada Januari-Februari 2014 pihaknya melakukan audit independe.
“Sehingga baru bisa diketahui keuntungan bersih berapa. Sekian persen disetor di Pemda, itu ada di Perda Pendirian BUMD tahun 2006,” tandas mantan pejabat Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu ini.
Deddy juga menegaskan, bahwa pihak akan tetap melakukan kerja sama dengan PT IME, meskipun telah melakukan one prestasi. Alasannya, saat ini Direksi PT IME sudah diganti. Selain itu, dilihat dari sisi bisnis, jika mencari mitra baru akan membutuhkan waktu panjang lagi.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Syukur Priyanto tetap meminta BUMD untuk melakukan pemutusan kontrak dengan PT IME jika belum membayarkan uang ganti rugi kepada daerah. Bahkan menyarankan BUMD agar tidak menggandeng mitra kerjja baru.
“Kalau bisa mengajukan pinjaman ke Bank. Buat apa cari mitra baru? Kalau IME belum menunjukkan iktikad baik dalam pekerjaannya buat apa diteruskan?” tegas Politisi Partai Demokrat ini. (rien)