SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Â Atap SD Negeri 2 Tlogotuwung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ambruk. Kuat dugaan runtuhnya atap sekolah yang berlokasi di tengah hutan itu dikarenakan tiang-tiang penyangganya sudah lapuk.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu sebab saat kejadian berlangsung tidak ada aktivitas siswa maupun guru.
Kepala SD Negeri 2 Tlogotuwung, Suyoto, menuturkan, musibah runtuhnya atap sekolahnya terjadi pada Rabu (11/9/2013), sekira pukul 02.00 WIB, dini hari. Ada empat ruang yang atapnya ambruk. Yaitu satu ruang kantor dan tiga ruang kelas.
“Masing-masing ruang kelas 1, 3 dan 4,†kata Suyoto kepada www.suarabanyuurip.com usai menghadiri wisuda mahasiswa STAI Al Muhammad Cepu, Sabtu (14/9/2013).
Akibat ambruknya atap sekolah tersebut aktivitas belajar mengajar sebagian siswa untuk sementara dipindahkan ke rumah warga. Siswa yang diungsikan yakni kelas 3, 4 dan 5. Sedangkan untuk kelas 1, 2 dan 6, tetap dilakukan di ruang kelas dengan cara salah satu ruang kelas di sekat untuk dua kelas.
“Sudah kita laporkan kepada Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dindikpora dan Camat Randublatung,” tegas Suyoto.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Blora, Achmad Wardoyo, mengaku, sudah mendapatkan laporan ambruknya atap SD Negeri 2 Tlogotuwung dan meninjau langsung ke lokasi. Hasil tinjauan, atap ruang kelas yang ambruk merupakan bangunan lama yang dilakukan ekanan beberapa tahun yang lalu.
“Tahun ini perbaikan akan kita lakukan pada atap yang ambruk. Kalau ruang lokal kelasnya masih baru dan kondisinya juga masih bagus,†ujarnya.
Dia mengungkapkan, tanda-tanda akan ambruknya atap SD Negeri 2 Tlogotuwung sudah diketahui sejak tiga bulan lalu. Sehingga pihaknya memerintahkan kepada kepala sekolah setempat untuk memindahkan sementara kegiatan belajar sebagian siswa ke rumah warga. (ali)