Lulusan Pendidikan Tinggi Vokasi Minim

wisuda

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Achmad Jazidie, menyatakan, sesuai hasil survey oleh sejumlah lembaga penelitian global posisi indosesia sebagai kekuatan ekonomi global diprediksi akan terus naik. Sebab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan meningkatkan prosentase pendidikan tinggi vokasi yang diarahkan pada terapan tertentu hingga mencapai 25 persen pada 2025 dari sebelumnya yang hanya mencapai 7 persen pada 2010 lalu.

“Kami akan merubah struktur angkatan kerja ini pada tahun 2025 sehingga lulusan perguruna tinggi bisa 20-25 persen. Kemudian lulusan SD tinggal 20 persen dan sisanya akan diisi lulusan sekolah menengah pertama dan menengah atas,” kata Achmad Jazidie  saat menghadiri wisuda di sebuah kampus di Lamongan, Senin (16/9/2013).

Namun prediksi ini menghadapi tantangan karena masih tingginya skilled workers dengan kualifikasi lulusan SD. Sebab sesuai hasil survey tahun 2010 lalu, angkatan kerja Indonesia masih didominasi lulusan SD, atau sekira 50 persen. Sedangkan angkatan kerja dari lulusan perguruna tinggi baru sekitar 7 persen.

Baca Juga :   Sendang Njaba Jadi Pilihan Warga

“Karena saat ini, 75 persen komposisi lulusan pendidikan tinggi adalah pendidikan akademik,” tegas dia.

Achmad Jazidie menerangkan, Tahun 2030 nanti, Indonesia membutuhkan 115 juta skilled workers. Sebab sebagaimana prediksi McKinsey Global Institute, di tahun itu, Indonesia akan masuk tujuh besar kekuatan ekonomi dunia, berada di atas Jerman dan Inggris.

“Untuk mendorong meningkatnya komposisi pendidikan vokasi ini, salah satu kebijakan yang dijalankan adalah dengan kini diperbolehkannya kampus politeknik untuk menjalankan program pasca sarjana atau S2, “ urai zaidi.

Dalam orasi ilmiahnya, Achmad Jazidie berharap, lulusan pendidikan tinggi agar tetap mengembangkan inovasi dan kreativitasnya. Dia memberi gambaran, agar dalam memecahkan persoalan tidak berpuas diri dengan hanya memiliki sebuah palu.

“Banyak cara memandang dan memecahkan persoalan. Jangan setiap persoalan diselesaikan dengan menganggap persoalan itu sebagai paku yang harus dipukul dengan palu, “ papar dia.

Senada disampaikan Sekkab Yuhronur Efendi. Menurut dia, banyak peluang dan potensi di Lamongan yang jika dikembangkan dengan inovasi dan kreasi, bakal menjadi sebuah prestasi.

Baca Juga :   Jalan Bojonegoro - Padangan Ditanami Pohon

Mantan Kepala Bappeda ini kemudian memberi contoh banyaknya prestasi tingkat nasional yang diraih Lamongan belakangan ini karena kreasi dan inovasi dari potensi yang dimiliki Lamongan. Termasuk ditetapkannya Lamongan sebagai satu-satunya kota kecil di Indonesia sebagai peraih Adipura Kencana.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *