SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Pertamina EP Cepu enggan membeberkan durasi kontrak proyek pengembangan gas Cepu di unitisasi lapangan Jambaran-Tiung Biru (JTB).
“Kontrak yang mana ya?” kata Field Public and Goverment Affairs Superintendent PEPC Edi Purnomo kepada Suarabanyuurip.com.
Saat dikonfrontir lebih dalam lagi, Edi juga mengaku tidak mengingatnya. “Saya kok tidak ingat,” imbuhnya.
Meski demikian, dia menyatakan, akan mencoba mengkrosceknya. Sebab, saat dihubungi pihaknya mengaku sedang berada di luar kantor.
 “Saya carikan informasi dulu, soalnya saya sedang berada diluar kantor,” ujar Edi Purnomo.
Sementara itu, dari data sosialiasisasi proyek unitisasi gas cepu yang terdiri dari Lapangan JTB, dan terintegrasi Cendana, kontrak dinyatakan akan berakhir hingga tahun 2035.
PEPC didapuk untuk mengelola lapangan JTB sedangkan terintegrasi lapangan Cendana dikelola oleh Mobil Cepu Ltd (MCL).Proyek Gas Cepu direncanakan mulai dapat diproduksi pada tahun 2018. (roz)