SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Hasrat Bupati Blora, Jawa Tengah, Djoko Nugroho, dalam memperjuangkan wilayahnya untuk mendapatkan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari ladang Migas Blok Cepu tampaknya tak pernah padam.
Keinginan tersebut kembali diungkapkan Kokok, sapaan akrab sang bupati di hadapan Wakil Menteri (Wamen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo, dalam pembukaan perkulihan mahasiswa baru STEM Akamigas jalur umum di Cepu, Kabupaten Blora, Selasa (17/9/2013). Â Â Â Â Â Â
Orang nomor satu di Pemkab Blora ini menyatakan, pihaknya tidak akan menyerah sebelum Blora mendapatkan bagian DBH Migas Blok Cepu secara proposional. “Kapan pun Bapak Wamen ESDM datang kesini, saya akan selalu ngudoroso (Curhat-Red) terkait pembagian DBH Migas ini,” kata pria berkumis tebal ini.
Tokoh kelahiran Cepu ini menyakinkan, bahwa undang-undang pembagian DBH Migas migas itu salah. Untuk itu sebagai penyambung aspirasi rakyat dari Kabupaten Blora, pihaknya meminta agar segera dikoreksi lagi.
“Kabupaten Blora lebih berhak daripada  Kabupaten Ngawi, Lamongan, dan kabupaten lain di Jawa Timur. Jangan hanya dipisahkan batas wilayah provinsi saja, sehingga Blora mendapat perlakukan tidak adil,” ungkapnya.
Untuk lebih menyakinkan hadirin yang mengikuti perhelatan tersebut, Mantan Dandim Rembang ini mengibaratkan, minyak Blok Cepu ibarat sebuah sumur besar yang ada minyaknya, dan membentang mulai dari wilayah Blora hingga Bojonegoro. Meski disedot dari wilayah Bojonegoro, tentu akan habis pula.
Di atas podium, Kokok juga melakukan visualisasi air mineral gelas yang diibaratkan sumur minyak tersebut. Kemudian menyedot air gelas itu sambil menunjukkan air dalam gelas terkurangi.
“Lihat walau disedot dari Bojonegoro tetap akan habis,” katanya yang mendapat applaus dari Wamen ESDM, dan hadirin yang memadati aula kampus setempat.
Keluhan Bupati Blora itu langsung ditanggapi oleh Wamen ESDM Susilo Siswoutomo. Dia tampak antusias dan serius mengikuti sambutan yang berisi keluh kesah dari Kokok.
“Keluhan Pak Kokok sudah saya catat, sebagai hasilnya jaminannya kita lihat nanti. Karena segalanya bila diawali dengan niat yang baik, maka hasilnya akan baik juga. Yang terpenting saya tetap ada niat untuk itu, dan akan berusaha secara maksimal,” ujar Susilo Siswoutomo. (ali)