Suarabanyuurip.com – d suko nugroho
Batu – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) melalui Zona 12 Jambaran Tiung Biru (JTB) kembali melakukan sinergi bersama para stakeholder. Kali ini melalui kegiatan lokakarya yang dilaksanakan di Batu, Jawa Timur mulai Sabtu (4/3/2023).
Forum yang juga menghadirkan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama yang baik antar pemangku kepentingan. Yakni dalam upaya mendukung kelancaran operasi Lapangan Gas JTB.
Dengan perencanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) dari perusahaan, maka dapat disinergikan dengan rencana pembangunan daerah oleh pemerintah. Sehingga dalam pelaksanaannya bisa tepat sasaran dan memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat.
Menurut JTB Site Office & PGA Manager PEPC Edy Purnomo, seluruh program PPM yang telah mendapatkan persetujuan dari SKK Migas selalu berkoordinasi dengan stakeholder. Termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
“Alhamdulillah program tahun 2022 telah selesai dilaksanakan, semoga bermanfaat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro secara luas,” terang Edy dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com, Selasa (7/3/2023).
Kegiatan ini juga dihadiri Business Support Specialist SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Dimas Ario. Dalam kesempatan ini, Dimas mengapresiasi pencapaian yang telah dilakukan PEPC bersama LSM mitra pelaksana serta sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
“Keberhasilan ini tak lepas dari sinergi Pemkab, PEPC dan para mitra. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik. Ini sangat tepat sebagai kick off PPM 2023. Semoga terus mencapai hasil terbaik,” ujar Edy.
Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Ike Widyaningrum menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas dan PEPC yang menginisiasi kegiatan sinergi ini. Ia berharap dengan banyaknya elemen yang terlibat dalam sinergi ini akan memberi hasil yang lebih baik.
“Terima kasih kepada PEPC yang proaktif dalam bersinergi, semoga program kedepan semakin memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat Bojonegoro,” ungkapnya.
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta terdiri dari Bappeda Bojonegoro dan LSM mitra pelaksana program.
Dalam kegiatan ini, PEPC mempresentasikan pelaksanaan PPM dan juga mensosialisasikan tentang Implementasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang merupakan internalisasi nilai budaya anti penyuapan dan mendeteksi penyuapan sejak dini.
Perwakilan dari salah satu LSM IDFoS Indonesia, Joko Hadi mengapresiasi apa yang dilakukan PEPC. “Harapan kami program kedepan dengan adanya sinergi ini akan semakin baik dan optimal hasilnya,” sebutnya. (suko)





