SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Rencana perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur tampaknya memancing beberapa kalangan untuk mencari keuntungan. Diantaranya, dengan mengaku dekat dengan Bupati dan Wabup Tuban menawarkan jasa untuk penerimaan seleksi CPNS. Â
Sedangkan sasarannya adalah para guru tidak tetap (GTT) yang saat ini berharap bisa lolos seleksi CPNS Pemkab Tuban tahun 2013 ini. Tentunya dengan imbalan dana yang dipatok sebanyak Rp100 juta. Â
Beberapa GTT yang ditemui Suarabanyuurip.com menyatakan, belakangan ditawari sejumlah orang untuk memberikan sejumlah uang supaya bisa lolos seleksi CPNS. “Ada orang ngaku bisa memasukkan PNS,†kata sejumlah GTT yang mengajar di SD di wilayah Singgahan, Rabu (18/9/2013).
Diungkapkan, orang tersebut meminta uang kepada dirinya sebesar Rp100 juta. Dengan janji akan dimasukkan menjadi PNS di Kabupaten Tuban. Bahkan orang tersebut mengaku saat ini menjadi anggota DPRD, dan memiliki kedekatan dengan Bupati dan Wabup Tuban.
“Seingat saya dia minta lebih dari 100 juta rupiah,†tambah perempuan yang suaminya juga guru honorer tersebut.
Beruntung dia tidak menanggapi rayuan dari calo tersebut. Pasalnya, selain tidak mempunyai uang, juga karena larangan dari suaminya yang merasa curiga.
Terkait hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tuban, Nur Hasan, mengingatkan kepada masyarakat Tuban supaya tidak terkena bujukan dari orang yang mengaku bisa memasukkan menjadi PNS. Terlebih dengan imbalan sejumlah uang.
“Jangan mudah percaya dengan modus bisa meloloskan menjadi PNS,†kata Nur Hasan.
Dia menambahkan, BKD tidak mempunyai hak untuk meloloskan PNS. Serta dalam perekrutan ini peserta tidak dipungut biaya sepeser pun. Untuk itu dia mengatakan kalau misal ada orang yang meminta uang, maka itu merupakan bentuk penipuan.
“Jika ada yang menawarkan jadi PNS secara instan, maka itu adalah penipuan,†tegasnya. (edp)