SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan- Pembangunan Pasar Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berdampak pada keberadaan tukang ojek yang biasa mangkal di wilayah setempat. Pasalnya, pasca direnovasinya pasar tua menjadi pasar modern setahun lalu itu penghasilan tukang ojek menurun drastis karena pengunjang pasar relatif sepi. Selain itu masih banyaknya stand yang belum ditempati.
Akibatnya, puluhan tukang ojek yang biasa mangkal di Pasar Baru Babat memilih hengkang. Mereka sebagian mencari lokasi mangkal baru yakni di depan Rumah Sakit Muhammadiyah yang terletak di Jalan Gotong Royong. Di tempat ini sedikitnya terdapat enam orang tukang ojek. Sebagiannya lagi memutuskan berhenti menjadi tukang ojek dan memilih bekerja lain.
“Sudah 6 bulan mas kami pindah mangkal disini karena ditempat lama penumpangnya sepi,” kata Marsam, salah seorang tukang ojek kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (17/9/2013).
Marsam yang sudah menekuni pekerjaannya sejak tahun 1978 silam ini mengaku, sebelum Pasar Babat dibangun penghasilannya masih lumayan karena pengunjung pasar sangat banyak. Namun sejak pasar babat dibangun setahun lalu, pengunjungnya sangat sepi dan berimbas tidak ada penumpang yang memanfaatkan jasa tukang ojek.
“Sebelum dibangun masih bisa dapat Rp40 ribu-Rp60 ribu. Namun setelah pasar babat dibangun, sehari cuma dapat Rp10 ribu. Bahkan sering seharian tidak dapat penumpang, “ ujar dia, mengungkapkan.
Walau ditempat mangkalnya sekarang ini juga sepi, namun mereka bersyukur masih bisa membawa pulang uang Rp20 ribu- Rp30 ribu sehari. “Mendingan mangkal disini mas dari pada di depan Pasar Babat,†terang tukang ojek lainnya, Marjuki.(tok)