BLH Tunggu Hasil Tes Loboratorium

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Lumpur yang menyembur akibat pekerjaan pipa minyak mentah Banyuurip, Blok Cepu di RT.10/RW.01 Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, beberapa waktu lalu masih dalam penelitian Badan Lingkungan Hidup (BLH). Saat ini, sample lumpur masih ada diteliti di Laboratorium Universitas Brawijaya, Malang.

“Tiga minggu lagi baru keluar hasilnya,” kata Kepala BLH Bojonegoro, Suharto kepada suarabanyuuripcom, Jum’at (20/9/2013).

Dia menjelaskan, penelitian di laboratorium itu dilakukan untuk mengetahui apakah lumpur tersebut membahayakan atau tidak. Jika memang terbukti berbahaya dan merugikan masyarakat sekitar, maka kontraktor pelaksana proyek engineering, procurement and constructions (EPC) 2 Banyuurip,  PT Inti Karya Persada Tekhnik (IKPT) harus mengembalikan kesuburan tanah.

“Kontraktor menyanggupi untuk menunda pekerjaan menanam pipa, dan dicari solusi terbaik,” tukas Suharto.

Sementara itu, Ketua RT 10, Jari Pambudi, mengaku, pihaknya tetap meminta IKPT bertanggungjawab akibat luapan lumpur tersebut dan memberikan jaminan kegiatan yang dilakukan tidak akan merugikan warga.

“Kalaupun dirugikan sudah sepantasnya kontraktor proyek memberikan kompensasi pada warga,” tegas Pambudi dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga :   Pekerja EMCL Dilatih Penanganan Bahaya Gas H2S di PPSDM Migas

 Seperti diberitakan sebelumnya, semburan lumpur itu muncul dua kali di lokasi berbeda. Pertama, semburan muncul di empat titik yakni di samping dan belakang rumah Kasbianto, warga setempat. Tiga titik di belakang rumah di lahan milik PT Gudang Garam. Sedangkan semburan ke dua di halaman rumah Sadi. (rien)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *