SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Blora – PPSDM Migas bekerja sama dengan operator migas Banyu Urip, Blok Cepu, Exxonmobil Cepu Limited menyelenggarakan pelatihan Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S. Pekerja EMCL mengikuti pelatihan selama dua hari, Senin hingga Selasa (5-6/7/2021).
Selama dua hari mengikuti pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi berupa Undang-Undang & Peraturan K-3, Pengetahuan Bahaya Gas H2S, Alat Pelindung Diri, Alat Pelindung Pernafasan, Gas Detector, P3K serta Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).
Martono, salah satu pengajar dalam pelatihan ini menjelaskan tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada peserta sebagai operator atau pekerja di lapangan Migas tentang bahaya-bahaya akibat paparan H2S.
“Kami harap setelah mengikuti pelatihan ini para peserta dapat mengaplikasikan cara-cara penyelamatan diri dan memberikan pertolongan terhadap korban akibat keracunan gas H2S, memahami sifat dan karakteristik H2S dan proses terbentuknya serta mamahami prosedur emergensi penggulangan bahaya H2S,” tutur Martono ketika dihubungi lewat pesan singkat, Rabu ( 7/07/2021).
Martono menambahkan, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta akan mengikuti ujian Sertifikasi Petugas Penanganan Bahaya Gas H2S.
Hal serupa disampaikan oleh Riyan Adiputra, salah satu peserta pelatihan. Ia mengungkapkan bahwa selama mengikuti pelatihan tersebut banyak sekali ilmu yang didapat seperti pengetahuan bahaya gas H2S dan alat pelindung diri.
“Selama mengikuti pelatihan ini banyak sekali ilmu yang kami dapat dan ilmu yang disampaikan sangat menunjang dan bermanfaat bagi pekerjaan kami di lapangan,” ujar Riyan dikonfirmasi terpisah.(adv/suko)Â