SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur belum mengetahui terkait wacana pembangunan rumah sakit tipe C di wilayah desa setempat. Selama ini Pemdes belum pernah diajak koordinasi maupun menerima pemberitahuan dari Pemkab Bojonegoro tentang proyek tersebut.
“Saya belum menerima pemberitahuannya, Mas. Jadi saya belum tahu,” kata Kepala Desa (Kades) Gayam, Pujiono kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (20/09/2013).
Pujiono menjelaskan, jika wacana pembangunan rumah sakit itu nantinya benar, setidaknya penentuan lahan yang dijadikan tempat rumah sakit harus strategis. Lain itu, dinas yang berkaitan segera melakukan koordinasi dengan desa agar dalam pelaksanaannya nanti bisa sesuai dengan harapan.
“Koordinasi yang baik itu perlu dilakukan demi kebaikan kita bersama, dan tinggal perlengkapan bagaimana baiknya. Yang penting tempatnya cocok dan layak,” jelas Pujiono dengan nada berharap.
Seorang warga Gayam, Rakip, mengatakan, sudah selayaknya jika Pemkab Bojonegoro segera membangun rumah sakit tipe C tersebut. Mengingat, selain wilayah sumur minyak juga sudah berdiri sendiri sebagai Kecamatan Gayam, dan tidak ikut lagi dengan Kecamatan Ngasem.
“Sudah patut rumah sakit itu dibangun di sekitar Banyuurip. Karena, lebih memudahkan warga untuk berobat tidak perlu lagi ke kota, dan Padangan maupun Kalitidu,” ungkap Rakip.
Pria yang berdomisili di Dukuh Kaliglonggong itu menambahkan, jika Pemkab Bojonegoro benar-benar akan membangun rumah sakit tipe C di Gayam jangan cuma setengah-setengah. Artinya, harus dilengkapi dengan peralatan medis secara total.
“Percuma kalau tidak dilengkapi alat medis yang maksimal. Karena, jika ada warga yang opname masih dirujuk lagi ke kota,” imbuhnya.(sam)Â