SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sejak memasuki bulan September 2013 ini, kekeringan mulai melanda masyarakat Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Petani di ring 1 Lapangan Gas Jambaran itu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pengairan bagi tanaman mereka.
Dampaknya, tanaman jagung yang berusia sekira dua bulan dan mulai berisi itu banyak yang mengering sehingga terancam tidak bisa dipanen. Padahal tanaman jagung itu satu-satunya harapan warga petani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.Â
“Ya kalau begini bisa gagal dipanen, Mas” kata Sauri, warga Bandungrejo kepada www.suarabanyuurip.com, Sabtu (21/09/2013).
Dia mengaku, dengan rusaknya tanaman jagungnya itu dipastikan petani Bandungrejo bakal menuai kerugian. “Tapi ya mau gimana lagi karena faktor cuaca,” ucap Sauri, pasrah.
Warga lain, Suhartini, mengaku, selain gagal panen, warga juga sudah mulai merasakan kesulitan mencari air bersih. Karena sumber air yang dimiliki warga sudah mulai berkurang.
“Kalau kesulitan air secara total belum, Mas. Karena warga masih bisa menggunakn sumber sumur yang dimilikinya. Namun, sumbernya sudah telat tidak seperti biasanya,” sergah Suhartini, warga RT 03, RW 06. Dukuh Payang, Desa Bandungrejo.
Wanita penjual kopi dan maknan ringan di depan lokasi Sumur Gas Jmbaran itu, mengungkapkan, hingga saat ini belum ada droping air bersih yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro maupun operator Gas Cepu, Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) Â kepada warga Bandungrejo.
“Semoga pihak terkait segera memberikan bantuan air bersih kepada warga Payaman, Mas. Agar kebutuhan air bersih bisa tercukupi,” harapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Public & Government Affairs Superintendent, PEPC, Edy Purnomo melalui pesan pendek tentang bencana kekeringan yang melanda desa ring 1 sumur Jambaran, hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)