SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Permasalahan tukar guling lahan milik Jumilah, warga Rukun Tetangga (RT) 31, Rukun Warga (RW) 06, Dusun Kaliglonggong, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, seluas kurang lebih 900 M2 hingga kini masih menggantung. Belum ada kejelasan dari pihak Mobil Cepu Limited (MCL), operator sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu untuk menyelesaikan tukar guling tersebut.
Lahan milik Jumilah itu masuk wilayah proyek Engineering Procuremen and Construktion (EPC)-5 Banyuurip dan telah dikerjakan untuk proyek pengembangan produksi puncak sumur Banyuurip, Blok Cepu. Akibatnya, membuat keluarga Jumilah tidak terima dan langsung memagari lahannya dengan menggunakan tali plastik warna merah putih sebagai pembatas.
“Lahan belum jelas tukar gulingnya kok sudah diratakan ya saya hentikan dan saya pagari dengan baricade untuk sebagi pembatas lahanya, Mas,” kata Rakip salah satu saudara Jumilah kepada www.suarabanyuurip.com, Sabtu (21/09/2013).
Rakip menjelaskan, pemagaran lahan itu dilakukan bukan bermasud untuk menghambat pelaksanaan proyek EPC-5 Banyuurip yang dikerjakan oleh Kontraktor MCL, PT Rekayasa Industri (Rekind)-PT Hutama Karya (HK) tersebut. Namun untuk menuntut hak sebagai pemilik lahan yang hingga saat ini belum ada kejelasan tukar guling tanah tersebut.
“Lahan itu saya pagari sejak Rabu kemarin. Jika belum ada kepastian pagar itu tidak akan saya ambil dan pengerjaan proyek akan tetap saya hentikan,” tegas dia.
Dia mengungkapkan, terkait perihal kejelasan dan penyelesaian lahan Jumilah pihak perusahaan menjanjikan akan segera melakukan pertemuan untuk membahasnya.
“Waktu saya pagari, tim dari MCL datang kelokasi dan janji akan segera membahasnya. Namun, saya lupa nama tim MCL yang datang kelokasi tersebut,” imbuh Rakib, menerangkan.
Dikonfirmasi terpisah, melalui pesan pendek Sabtu (21/09/2013) terkit dengan kejelasan pembebasan lahan Jumilah itu, Vice President Public and Goverment Affair Manager MCL, Erwin Maryoto, melalui Jefrey Haribowo hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)