SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Operator migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOBP-PEJ) tak membayar pajak bumi bangunan (PBB) selama tujuh tahun terhitung sejak ditutupnya sumur minyak Gondang I dan II di Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada 2006 lalu hingga sekarang.
Jumlah total tunggakan pajak selama tujuh tahun itu senilai sekira Rp2.800.000. Meski nilainya tak terlalu besar, namun perusahaan migas asal China yang 75 persen sahamnya dikuasai Pertamina itu terkesan mengabaikan kewajibannya.
“Pertahunnya 400 ribu rupiah. Tapi sudah tujuh tahun ini belum dibayar ke desa,” kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tikung, Johan kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (21/9/2013)
Kepala Desa (Kades) Balongwangi, Tasrip, menurut Johan, selalu mengeluh sulitnya menarik PBB Sumur Minyak Gondang I dan II. Padahal nilai PBB dua sumur minyak itu lumayan besar bagi pemerintah desa (Pemdes) setempat.
“Kata Kades Balongwangi setiap waktu pembayaran PBB tiba dia atau perangkat desa selalu datang menagih ke sumur Gondang namun tidak pernah menemukan pihak manajemen perusahaan. Hanya ada satpam yang berjaga yang tidak tahu menahu soal PBB,” ujar Johan, mengungkapkan.
Karena tidak pernah berhasil menagih PBB Sumur Minyak Gondang I dan II terpaksa Kades Balongwangi selalu nomboki PBB dengan uang pribadinya.
“Tolong operator bisa memenuhi tanggungjawab membayar PBB dengan baik. Jangan malah membebani kades Balongwangi,” pinta Johan.
Hingga berita ini ditulis pihak Pertamina JOB-PPEJ Â belum bisa dikonfirmasi tentang penunggakkan PBB sumur gondang I dan II desa Balongwangi.
Sekedar diketahui Sumur Minyak Gondang I dan II dieksplorasi mulai tahun 2005. Namun akhir  November 2006 operator menutupnya karena kandungan minyak sumur gondang I tidak ekonomis dikembangkan.
Produksi yang ditarget dapat mencapai 400-500 barrel Perhari (BPH), namun hanya mampu 200 bph. Bahkan produksi itu terus menurun 100 bph, Â turun lagi 70 barrel hingga akhirnya pada titik nadir sebanyak 7 bph dan kemudian sumur ditutup.(tok)