Management Walktrough PGN Area Bojonegoro Pastikan Infrastruktur Andal Pasok Pelanggan

PGN area Bojonegoro
Tim MWT saat melakukan pengawasan dan pengecekan langsung pada seluruh infrastruktur PGN Area Bojonegoro.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus berupaya menjaga dan memastikan keandalan infrastruktur dan layanan pasokan gas bumi di wilayahnya senantiasa terjaga dengan baik. Salah satu kiatnya yakni melaksanakan management walktrough (MWT) di Area Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (9/3/2026).

‎Area Head PGN Area Bojonegoro, Faishal Arief mengatakan, MWT merupakan kegiatan interaksi yang dilaksanakan di seluruh level perusahaan. Pada MWT atau kata lainnya adalah kunjungan langsung ke lapangan, pihak manajemen perusahaan melakukan inspeksi ke seluruh titik operasi dan pemeliharaan di Bojonegoro dan Lamongan.

‎”Inspeksi ini adalah kegiatan bersifat pencegahan, misalnya mendeteksi potensi kendala pada infrastruktur, melihat kesiapan operasi, interaksi tim di bawah dan sebagainya, dengan begitu kondisi nyata di lapangan bisa dilaporkan ke level top management,” kata Faishal Arief kepada Suarabanyurip.com.

‎Sementara itu, Department Head Operation and Maintenance Management (OMM) Region 3, Hary Sukartono menjelaskan, MWT ini melibatkan tim terdiri banyak bagian di PGN Sales and Operation Region (SOR) 3. Yakni terdiri operasi dan perawatan, kemudian dari Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), dan tim dari Gas System Operation Region (GSOR).

‎”GSOR ini yang memastikan seluruh kegiatan PGN yang ada di Regional 3 berjalan dengan baik,” jelas Hary Sukartono.

‎Pria yang karib disapa Pak Har ini melanjutkan, sebagaimana telah dibentuk Satgas RAFI 2026, pada sisi PGN sendiri pun melaksanakan pula tugas rutin demi memastikan segala infrastuktur yang ada di wilayah SOR 3 berjalan optimum. Baik sisi operasional, maupun sisi kelancaran pasokan gas bumi yang diterima oleh pelanggan.

‎”Khususnya untuk pelanggan PGN di Bojonegoro dan Lamongan, mendapat pasokan yang dapat diterima secara baik tanpa terganggu sama sekali. Kami cek dan pantau kepastian hal ini pada setiap MRS di masing-masing kabupaten,” tandasnya.(fin)

Pos terkait