SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro –  Operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) memaparkan perkembangan proyek Banyuurip dan Lapangan Cendana sesuai plan of development (PoD) yang telah disetujui. Sesuai PoD itu pengembangan proyek itu dibagi menjadi dua kawasan yaitu kawasan budidaya pertambangan minyak dan jalur energi.
Sesuai perkembangan dilapangan, untuk proyek Banyuurip saat ini sedang konstruksi dan berada di Kabupaten Bojonegoro sampai ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur melalui pipa penyalur minyak yang termasuk jalur energi. Sementara progres konstruksi saat ini mencapai 60-70 persen.
Sementara untuk, tapak sumur Lapangan Cendana rencananya berada di lima desa di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Yakni Desa Purworejo, Sidorejo, Sonorejo, Kuncen dan Desa Padangan, Kecamatan Padangan, Kabuaten Bojonegoro.
“Memang nanti kami bersama-sama PEPC atau PT Pertamina EP Cepu itu mengusahakan lapangan Unitisisasi Jambaran-Tiung Biru, dan MCL yang mengelola lapangan Cendananya,” kata Development Manager MCL, Whisnu Bahriansyah  saat pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) Kabupaten Bojonegoro sinkronisasi kegiatan hulu migas dengan penataan ruang dengan Pansus I dan Pansus II DPRD Bojonegoro, Senin (23/9/2013) kemarin.
Dia mengungkapkan, untuk proyek Banyuurip PoD sudah disetujui sejak Juli 2006 silam yang akan dilakukan adalah pembangunan 3 tapak sumur fasilitas pengolahan, jalur pipa dan fasilitas pendukung. Kemudian adanya fasilitas jalur pipa darat dari Desa Mojodelik Kecamatan Gayam sampai lepas pantai di Palang Kabupaten Tuban.
Sedangkan pengembangan lapangan Cendana, lanjut dia, adalah bagian dari PoD terintegrasi Jambaran-Tiung Biru yang sudah disetujui pada Februari 2013 lalu.  Saat ini dalam tahap persiapan proyek. Untuk mendukung proyek Banyuurip dan Cendana, dibutuhkan rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten/ kota (RDTRK) pada tapak sumur di Desa Mojodelik, Desa Bonorejo dan Desa Gayam Kecamatan Gayam.
“Sementara fasilitas pengolahan atau processing facility ada di Desa Ngraho, Desa Brabowan, Desa Sudu, Desa Bonorejo, Desa Mojodelik dan Desa Gayam, Kecamatan Gayam,” imbuhnya.
Whisnu menyatakan, untuk kawasan industri, perkantoran dan perumahan berada di Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, serta Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam. Â Untuk sistem jaringan pipa atau jaringan energi yang masuk proyek Banyuurip yaitu melalui pipa yang ditanam dari Kabupaten Bojonegoro sampai lepas pantai Palang Kabupaten Tuban.
“Sementara Gas Cendana ada dua Well Pad namun masih dalam perencanaan,”pungkasnya. (rien)