Dewan Minta SRE Taat Aturan

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro baru mengetahui rencana pengembangan lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Blok Blora di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dioperatori  PT Sele Raya Energi (SRE). Hal itu diketahui para wakil rakyat setelah SRE memaparkan rencana kegiatannya.

“Kami sudah pernah mendengar keberadaan PT SRE. Tapi baru kali ini mengetahui paparannya,” kata Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Syukur Priyanto kepadasuarabanyuurip.com, Rabu (25/9/2013).

Dia menjelaskan, PT SRE masih dalam tahap eksplorasi. Karena itu rencana pengembangan (Plan of Development/PoD) belum dibuat sebab kegiatan yang  berlangsung baru proses survei seismik. Namun pihaknya meminta kepada SRE untuk melaksanakan sosialisasi di tingkat Kecamatan dan Desa.

“Juga harus mentaati Perda 23 tahun 2011 tentang Kandungan Lokal dan juga peraturan – peraturan yang lainnyan” tegas politis Partai Demokrat ini.

Terpisah, Perwakilan PT SRE, Imron Roestamdji, mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi Survey Seismik 2D Blok Blora dengan Pemkab Bojonegoro pada bulan Maret 2013 lalu yang dihadiri oleh Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemkab Bojonegoro beserta Camat terkait dan Perwakilan Satuan Kerja Khusu Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIGAS) perwakilan Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (JABAMANUSA).

“Blok Blora ini ditandatangani oleh Pemerintah Pusat pada tanggal 30 November 2009 dengan masa kontrak 6 tahun,” sambung Imron, mengungkapkan.

Dia mengatakan, Blok Blora ini masuk di 2 Provinsi yaitu Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dalam kontrak yang telah ditandatangani, PT. SRE berkomitmen untuk melaksanakan eksplorasi pada Blok Blora dengan minimal pemboran 2 sumur eksplorasi.

“Kami mengidentifikasikan adanya beberapa struktur geologi yang menarik dan akhirnya pada kesimpulan untuk membagi blok menjadi 3 area yaitu Area Tugu, Area Mahesa dan Area Lengobiru dan Garuda,”tandasnya.

Dari area – area sebagaimana tersebut di atas, di tahun 2013 ini PT. SRE akan melaksanakan kegiatan di Area Lengobiru yang terletak di Kabupaten Bojonegoro dan Ngawi, Provinsi Jawa Timur serta Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.

“Kami berharap bisa menemukan prospek migas di wilayah ini,” ungkapnya.

Untuk wilayah Bojonegoro survey seismik 2D ini akan melewati 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Ngraho dan Kecamatan Margomulyo.(rien)

Baca Juga :   Anggono Mahendrawan Jabat Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *