SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menilai dari hasil penelitian di bawah tanah masih ada cadangan Migas di bagian barat Bojonegoro, tepatnya di bawah alun-alun, kantor Bupati, dan bagian selatan Jalan Ahmad Yani.
“Disitu masih ada cadangan migas yang sangat potensial,” jelas General Manager JOB P-PEJÂ Eddy Fritz Domingus.
Dia jelaskan, ada empat sumur yang akan di lakukan pengeboran dengan kedalaman kira-kira 8.000 feet hingga 10.000 feet yakni SKW 29, SKW 30, SKW 31, dan SKW 33. Di tempat tersebut untuk sumur dibutuhkan kira-kira enam hektare, sedangkan untuk buffer zone kira-kira sampai 10 hektar.
Sedangkan cadangan Minyak yang berada di bawah Alun-alun, dan seputaran Pendapa Malawapati Bojonegoro setelah di musyawarahkan dengan Bupati Bojonegoro Suyoto, telah mengijinkan untuk pengambilan cadangan Minyak di pusat kota itu akan diambil melalui Pad C.
“Untuk pipanisasi dari Pad C, nantinya kami akan meminta izin menggunakan bahu-bahu jalan, agar tidak mengganggu ataupun merusak bangunan-bangunan yang sudah ada,sementara Pad D ada disekitar Desa Ngampel, Kecamatan Kapas,” tuturnnya..
Dia menegaskan, penambahan Pad C dan D ini dapat menambah produksi sebesar 13.000 barel per hari. Sedangkan kendala saat ini adalah pembebasan lahan berbenturan dengan Undang-Undang Nomor: 2/2012 dimana ada syarat jika JOB P-PEJ selaku K3S tidak dapat melakukannya, tetapi harus Pemkab setempat.
“Dalam hal ini BPN yang timnya dibentuk oleh Gubernur,” imbuhnya.
Sehingga saat ini pihaknya memfasilitasi, dan mendorong agar bisa terlaksana sesuai waktu yang direncanakan karena Pemkab Bojonegoro juga sudah mendukung dengan adanya deklarasi percepatan migas. Bahkan, bersama SKK Migas, dan pemerintah pusat melakukan pembahasan bagaimana pembebasan lahan ini bisa dilakukan dengan cepat.
“Kami berharap Pad C dan Pad D bisa segera terlaksana,” tandasnya. (rien)