Malingmati Dilanda Krisis Air Bersih

NULL

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Warga di Dusun Malingmati, Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai di landa krisis air barsih. Kondisi itu terjadi sejak awal September 2013 lalu.

Akibat kemarau ini sumur-sumur warga di wilayah setempat mulai mengering karena berkurangnya sumber air. Sumur dengan kedalaman sekira 6 meter itu hanya menyisakan air sekira 1 meter. Sehingga membuat warga di dukuhan Malingmati terancam kekeringan.

Di dusun yang berada tak jauh dari lokasi pengeboran Sumur Tiung Biru (TBR) yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4 Field Cepu itu terdapat sekira 400 kepala keluarga (KK).

“Sejak dulu warga sekitar hanya menggantungkan kebutuhan air dari satu sumur ini, Mas,” kata Endang, warga setempat kepada www.suarabanyuurip.com, Jumat (27/09/2013).

Wanita paruh baya yang berdomisili di RT 22, RW, 06 ini mengatakan, sumur tersebut satu-satunya penopang kebutuhan air bersih warga sekitar. Baik untuk mandi, memasak, mencuci, dan sebagainya. Namun karena debit air sumur terus berkurang, warga terpaksa harus bergantian menimba air bersih menggunakan kaleng plastik.

“Kalau disedot memakai mesin pompa air tidak bisa naik. Soalnya ini kan air tinggalnya sedikit. Andaikan bisa, airnya juga keruh,” ucap Endang, menerangkan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dusun Kaliaren, Kardi, menjelaskan, datangnya musim kemarau ini membuat warga sekitar harus menghemat penggunaan air hingga musim hujan tiba. Sebab, hanya dengan cara itu warga bisa bertahan untuk mencukupi kebutuhan air bersih setiap harinya.

“Alhamdulillah kemarin sudah ada bantuan air bersih dari Pemkab Bojonegoro untuk Desa Malingmati. Kalau tidak salah satu unit mobil tanki air bersih, Mas,” sambung, Kardi.(sam)

Baca Juga :   Cari Bakat, Mensesneg Dirikan Yakaka

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *