SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Keinginan Menteri Sekretaris Negera (Mensesneg), Pratikno, untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) masyarakat pedesaan begitu besar. Selain mendirikan Assosiasi untuk Demokarasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos), pria kelahiran Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu  juga telah mendirikan sebuah yayasan baru yang diberinama Yayasan Kariman dan Kasminah (YAKAKA ).
Nama yayasan ini diambilkan dari nama almarhum Ayah dan Ibundanya. Tujuan didirikan yayasan ini adalah untuk mencari bakat generasi penerus bangsa yang handal.
“Saat ini YAKAKA sedang mencari bakat dari anak-anak handal, dan potensial untuk diberikan beasiswa. Contohnya, anak yang mempunyai bakat berjiwa seni handal dengan memiliki suara bagus, pandai berdakwah, melukis dan lain sebagainya. Tentunya nanti untuk kami dampingi mereka hingga terkenal,” ujar Pratikno saat menghadiri Halal Bi Halal dan Sinau Bareng bersama Ademos di Gelanggang Olahraga (GOR) Grade Dolokgede, Minggu (19/7/2015) kemarin.
Dia menjelaskan, program mencari bakat anak berkualitas tersebut tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Namun harus didasari dengan niat yang tulus iklas serta kesungguhan untuk mendmpinginya hingga sukses.
Oleh karena itu, lanjut Pratikno, perlu adanya dukungan dari semua pihak. Baik pemerintah desa (Pemdes), kecamatan, daerah, dan instansi terkait lainnya. Sebab tanpa adanya dukungan dari semua pihak, dan suatu wadah atau komunitas niscaya hal itu bisa terwujud.
“Karena itu kami mengusulkan sebuah komunitas seperti ternak, petani organik, sablon, batik, dan komunitas lainnya di Dolokgede ini. Lain itu, saya juga sudah memback up Ademos, YAKAKA, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM untuk ikut bersama-sama membantu. Sehingga, dapat saling bersinergi,” ujar Pratikno.
Ditambahkan, berbagai program yang digagasnya tentu tidak akan bisa bergerak secara maksimal jika masyarakatnya kurang greget maupun kreatif. ” Saya yakin jika semuanya gerak dengan sungguh-sungguh dan iklas program tersebut akan tercapai sesuai dengan harapan kita bersama,” terang Pratikno.
“Insya Allah, saya akan membantu demi anak-anak bangsa yang berkualitas, dan nanti kita sinergikan kepada pemerintah,” pungkas mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.(sam)