SuaraBanyuurip.com -Â Sasmian Sasongko
Bojonegoro – Konsep kebijakan pemerintah daerah dalam kegiatan industri migas yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur menarik perhatian pemerintah luar negeri. Salah satunya Menteri Energy Sumber Daya Mineral (ESDM) Myanmar, Zayar Aung, untuk melakukan kunjungan kerja ke Bojonegoro, Sabtu (28/9/2013).
Pantauan di lokasi, Â setelah mendapat penjelasan tentang kebijakan pengelolaan migas yang diterpkan Pemkab Bojonegoro, Zayar Aung didampingi Bupati Suyoto dan jajaran Muspida lainnya menuju Kantor Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu di Desa Talok Kecamatan Kalitidu. Kemudian kunjungan dilanjutkan ke lokasi proyek Engineering Procurement and Constructions (EPC)-1 dan 5 Banyuurip dan diteruskan ke kilang mini milik PT Tri Wahana Universal (TWU) di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu.
Bupati Bojonegoro, Suyoto dihadapan pewarta mengatakan, kunjungan ini tak lain adalah untuk mengetahui tentang bagaimana pengelolaan sumber minyak di Bojonegoro bisa berjalan lancar. Mulai dari sisi bisnis, lingkungan maupun sosial masyarakat.
Hal inilah, lanjut Suyoto, yang akan dicoba diterpakan pemerintah Miyanmar. Karena disana meskipun kecil-kecil juga memiliki sumber minyak, dan problemnya pun juga sama. Yakni kepada masyarakat.
“Yang saya tangkap perbincangan dari pak Menteri maupun pak Dubes tadi ingin mempelajari pengelolaan minyak di Banyuurip untuk diterapkan di Myanmar,” kata Suyoto seusai melihat kilang mini.
Suyoto menjelaskan, hasil dari minyak dapat meningkatkan pendapatan Pemkab Bojonegoro. Selain itu juga penyerapan tenaga lokal. “Alhamdulillah sudah miliyaran rupiah dan mengurangi pengangguran,” tegas dia.
Bagian logistik TWU, Edison, mengatakan, PT TWU dalam melakukan pengolahan minyak dari Banyuurip masih setandart.
“Train 1 sekitar 6000 barel per hari (Bph). Sedangkan, untuk train 2 sekitar 12.000 bph,” ungkap Edison ketika dikonfirmasi seusai mengantarkan H.E Minister Zayar Aung dan Bupati Suyoto melihat kilang mini TWU tersebut.(sam)