SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Parengan bekerja sama dengan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, akan menggelar dialog kelestarian hutan dalam perspektif kebudayaan bertajuk di Jalan Teuku Umar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur “Suluk Kembang Jati”, Rabu (2/10/2013). Â Kegiatan itu akan mendatangkan narasumber budayawan Anis Sholeh Ba’asyin, Prie GS, orkes Puisi SAMPAK GUS-URAN, pengamat kehutanan sekaligus jurnalis senior Gayo dan Bupati Bojonegoro, Suyoto.
Adm KPH Parengan, Daniel B Cahyono, mengungkapkan, dalam kegiatan itu akan menampilkan suatu pertunjukan budaya yang selain menghibur juga mampu mengirimkan pesan dan edukasi kepada masyarakat di Bojonegoro-Tuban akan arti penting hutan yang ada dalam lingkar kehidupan mereka.
“Acara ini juga dimaksudkan sebagai kontribusi Perhutani dalam merayakan hari jadi Kabupaten Bojonegoro ke 336,” tegas Daniel kepada suarabanyuurip.com, Senin (30/9/2013).
Dia menegaskan, masyarakat luas perlu tahu jika hutan adalah sistem penyangga kehidupan manusia, sehingga menjadi penting untuk dipedulikan. Karena Pulau Jawa menjadi tumpuan eksistensi negara dan bangsa. Dengan luas 7 persen dari luas daratan Indonesia, pulau Jawa harus menanggung kehidupan 60 persen populasi manusia Indonesia.
“Bahkan pada lingkup yang lebih kecil, wilayah Bojonegoro-Tuban memiliki kekhasan yaitu keberadaan kawasan hutan Jati yang memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga perlu upaya terhadap kepedulian dan kelestarian hutan,” tutur Daniel. (rien)