SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Bupati Blora, Djoko Nugroho, meminta kepada masyarakat mendukung proyek-proyek Pertamina yang dilaksanakan di beberapa lapangan migas di wilayah Blora sehingga mampu memberikan kontribusi kepada daerah.
Menurutnya Kokok, sapaan akrab Bupati Djoko Nugroho, kegagalan eksplorasi dan eksploitasi migas di Blora pada beberapa waktu lalu jangan sampai terulang. “Dulu, waktu ExxonMobil mau melakukan pengeboran di Blora ini ditolak dan gagal. Untuk Pertamina ini jangan sampai gagal lagi,” katanya Kokok saat rapat paripurna di Gedung DPRD Blora. Dia juga meminta dukungan DPRD agar Pertamina bisa mengeksploitasi sumber daya alam minyak dan gas (migas) di Blora.
Pernyataan Bupati kelahiran Cepu ini menyikapi aksi aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Selasa (24/9) pekan lalu.
Dia berharap aksi terkait Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) tersebut hendaknya menjadi pelajaran bersama. Yakni terkait kepedulian perusahaan minyak terhadap masyarakat di wilayah kerjanya, serta dukungan masyarakat dan Pemkab terhadap proyek migas di daerah.
Bupati mengemukakan perusahan migas bisa mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) di Blora dan mendapat keuntungan dari kegiatan tersebut. Selain bagi perusahaan, keuntungan tersebut juga memebrikan kontribusi bagi penerimaan negara.
“Namun perusahaan hendaknya tidak lupa akan kewajibannya terhadap masyarakat dan lingkungan tempat beroperasi,” pesan Kokok.
Satu hal yang dipersoalkan bupati adalah aksi warga Desa Sumber terkait Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) yang membutuhkan air untuk produksi tidak lebih dari 7 liter per detik. Menurutnya, keliru jika warga menuntut Pertamina PPGJ harus membeli air dari petani.
‘’Kalau membeli air dari sumur petani itu malah pidana. Air sumur petani PWJ untuk irigasi pertanian,” tandas Kokok.
Djoko Nugroho mengatakan selama ini pemerintah telah banyak memberikan bantuan kepada petani di Desa Sumber. Diantaranya pembangunan sejumlah sumur Product Well Juana (PWJ).
Menurutnya saat ini pemerintah dalam hal ini Pertamina PPGJ membutuhkan air untuk operasional kerjanya. Gas yang hasilkan dalam PPGJ akan disalurkan ke pembangkit listrik Tambaklorok, Semarang.
“Saya berharap warga membantu pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan. Karena proyek Pertamina ini juga milik negara,” pungkas Kokok.(ali)