SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Penemuan sumur minyak mentah di lahan pertanian milik Sutaji,(50), membawa harapan besar bagi warga Desa Kujung, Kecamatan Widang, Kabupatenn Tuban, Jawa Timur.
Namun saat ini Pemerintah Desa (Pemdes) menunggu langkah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk menindaklanjuti penemuan sumur minyak yang berada tidak jauh dari sumber minyak peninggalan belanda tersebut.
“Menunggu tindak lanjut dari Pemkab atau dinas yang terkait,†tegas Kepala Desa (Kades) Kujung, Mohammad Jali, kepada Suarabanyuurip.com melalui BlackBerry Messenger, Jumat (4/10/2013).
Selain itu, Kades juga mengatakan kalau mendapatkan informasi kalau peralatan dari Dinas Pertambangan mengalami kerusakan. Sehingga menunggu peralatan dari di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).
“Dari Dinas Pertambangan alatnya rusak katanya. Jadi nunggu alat dari SKK Migas,†tambahnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna (Kartar) Desa Kujung, Khumaidi Haris, mengungkapkan kekhawatirannya pada potensi pertanian di desa setempat. Sebab dengan ditemukannya sumber minyak itu dapat berdampak terhadap mayoritas mata pencaharian warga.
“Kami harapkan jika sumur itu nanti dikelola, operator harus memperhatikan pertanian milik warga,†harap Khumaidi.
Dia mengemukakan, pertanian di Desa Ngujung merupakan pekerjaan turun temurun warga. Sehingga jangan sampai sumur tersebut jadi dikelola kemudian merusak dan mengganggu potensi pertanian yang sudah ada.
“Karena menurut saya, pertanian itu lebih penting untuk kelangsungan hidup,†tegas pemuda yang juga seniman teater ini.(edp)