Warga Jelu Ancam Hentikan Pipanisasi Blok Cepu

jelu

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Warga Desa (Pemdes) Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur merasa geram dengan sikap konsorsium PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri, pelaksana proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC) -2 Banyuurip, Blok Cepu. Pasalnya peluang pekerjaan yang seharusnya dapat dikerjakan warga setempat diberikan kepada orang dari luar desa.

Salah satunya tentang penyediaan mobil tanki untuk penyiraman jalan. Padahal Desa Jelu menjadi wilayah lintasan proyek pipa minyak Banyuurip yang saat ini sedang dikerjakan IKPT.

“Saya pernah diajak rembukan soal mobil tanki penyiraman itu, Mas. Tapi, masa saya hanya dikasih waktu cuman dua hari, kan sulit mendapatkan mobilnya. Seharusnya IKPT memberi waktu itu minimal satu minggu lah agar bisa mencarinya,” kata Kepala Desa (Kades) Jelu, Guntur kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (05/10/2013).

Guntur mengungkapkan, untuk melakukan penyiraman jalan, IKPT telah melibatkan empat mobil tanki. Namun semua mobil tanki itu diberikan kepada warga luar desa. Akibatnya telah memicu gejolak warga untuk melakukan protes di lokasi proyek.

Baca Juga :   22 Tahun Mengelola Industri Hulu Migas, SKK Migas dan KKKS Jabanusa Gelar Lokakarya Media 

“Kalau terkait dengan tenaga kerja seperti flagmen, penjaga keamanan sudah tidak ada masalah. Sebab, sudah 10 orang warga sini dilibatkan. Intinya, warga jangan dipermainkan jika ingin proyeknya berjalan lancar,” jelasnya.

Salah satu warga setempat, Pasidi, menyatakan, jika IKPT maupun operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) tidak memberikan pekerjan yang bisa dilakukan warga  Jelu, proyek pipanisasi akan dihentikan.

“Saya dan teman-teman lain tidak bermaksud untuk menghabat proyek, Mas. Tapi menuntut hak kami sebagai desa yang dilintasi proyek pipa,” sambung Pasidi, salah satu warga Desa Jelu.

Dikonfirmasi terpisah, hubungan masyarakat PT IKPT, Soenarto, melalui pesan pendek, Sabtu (05/10/2013), terkait permintaan warga Jelu tersebut hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *