22 Tahun Mengelola Industri Hulu Migas, SKK Migas dan KKKS Jabanusa Gelar Lokakarya Media 

SKK Migas dan KKKS Jabanusa Gelar Lokakarya Media periode I 2024 di Solo.
SKK Migas dan KKKS Jabanusa Gelar Lokakarya Media periode I 2024 di Solo.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggelar lokakarya media periode I di Solo. Kegiatan yang bertajuk Sinergi dan Kolaborasi Media Massa Dalam Mendukung 22 Tahun Mengelola Industri Hulu Migas itu, digelar selama dua hari yakni pada 25-26 Juli 2024.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Jabanusa, Febrian Ihsan mengatakan, lokakarya media ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi antara SKK Migas, KKKS dan para insan Media. Terutama untuk memberikan informasi kepada masyarakat terhadap pentingnya peran Hulu Migas.

“Dari media masyarakat bisa menerima pengetahuan tentang ketahanan energi di Indonesia khususnya industri hulu migas,” katanya, Kamis (25/7/2024).

Dia mengatakan, komunikasi antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), KKKS, dan media sangat penting. Karena media berfungsi memberikan informasi di sektor industri migas.

“Tanpa adanya media industri migas tak akan dikenal masyarakat,” ujarnya.

Sementara Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro mengatakan, selama 22 tahun SKK Migas mencatat penerimaan negara bukan pajak dari industri hulu migas mencapai Rp 5,045 triliun. Hal ini karena setiap US$ 1 Juta investasi migas dapat meningkatkan PDB mencapai US$ 1,4 juta/tahun

“Kontribusi itu terbilang meningkat karena adanya multiplier effect seperti penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga usaha mikro kecil menengah (UMKM),” katanya.

Penerapan TKDN sendiri mencapai Rp 76,5 triliun pada tahun 2023 lalu, dan penyediaan lapangan kerja untuk 150 ribu pekerja. Selain itu, kata dia, kontribusi hulu migas terhadap industri juga menunjang serta UMKM sebesar Rp 143,6 Triliun.

“Karena 9,88 persen UMKM di Indonesia tumbuh melalui industri hulu migas,” tandasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *