SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) yang bergerak di bidang Participating Interest (PI) berencana memisah accounting antara minyak di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Limited (MCL) dan gas di Lapangan Jambaran-Tiung Biru – Cendana yang dioperatori Pertamima Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).
Sesuai kesepakatan awal, BUMD Bojonegoro bersama tiga BUMD lain yakni BUMD Blora, BUMD Provinsi Jateng dan BUMD Provinsi Jatim memperoleh jatah 10 persen PI Blok Cepu.
“Wacana pemisahan accounting ini sudah mendapat persetujuan dari Bupati Suyoto, tapi perlu ada pembicaraan dengan penyandang dana dulu,” kata Direktur Utama (Dirut) PT ADS, Ganesha kepada SuaraBanyuurip.com, Jum’at (11/10/2013).
Dia menerangkan, dengan pemisahan accounting ini nantinya Kabupaten Bojonegoro bisa menikmati pendapatan dari hasil minyaknya dengan waktu yang tidak terlalu lama. Karena jika digabungkan menjadi satu belum tentu mendapatkan penghasilan pada 2020 mendatang.
“Karena penghasilan dari minyak akan tersedot ke gas,” tandasnya.
Terlebih lagi, kata Ganesha, Plan of Development (PoD) antara Lapangan Banyuurip dengan Gas Cepu yang mencakup Lapangan Jambaran-Tiung Biru-Cendana berbeda. Sehingga accounting harus terpisah dan  penyetoran cash flow nya juga otomatis terpisah.
“Dengan begitu kita bisa menikmati hasil minyak dengan cepat,” tegas dia.
Sesuai skenario, minyak yang dihasilkan pada puncak produksi Banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph) yang didapat dari 49 sumur pada Oktober 2014 mendatang. Sementara Gas Cepu  yang dihasilkan dari Lapangan Jambaran-Tiung Biru-Cendana akan diproses melalui Gas Processing facility pada tahun  2013-2017 selama 5 tahun dari 16 sumur dengan investasi sesuai PoD Jambaran-Tiung Biru-Cendana senilai USD 3,4 Miliar.
“Sementara tahun 2018-2034 selama 16 tahun operasional investasinya senilai USD 2.0 miliar dengan perkiraan Gas yang keluar sebesar 330 MMSCFD,” pungkas Ganesha. (rien)