SuaraBanyuurip.com – Ali Musthofa
Blora – Cadangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Blok Randugunting yang cukup besar menjadi harapan bagi Kabupaten Blora, Jawa Tengah segera dieksploitasi. Taksir sementara potensi minyak mentah di blok ini mencapai 2 miliar barel.
Besar potensi Migas di perut bumi Randugunting ini menjadi alasan kuat Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting melakukan pemboran yang ketiga kalinya. Sekalipun sudah dua kali pemboran sebelumnya dilakukan meski belum membuahkan hasil.
Cadangan itu seperti diungkapkan General Manager PHE Randugunting, Abdul Muthalib Masdar, saat tajak sumur pemboran sumur KGR I di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan beberapa waktu lalu. Dia katakana, dari data yang ada sebenarnya potensi Blok Randugunting tersebut sangat besar.
“Hampir mencapai 2 miliar barel, dan itu hanya kalah dari Blok Cepu yang mencapai 3.7 miliar barel,” katanya.
Potensi cadangan itulah yang menjadi incaran bagi para investor di bidang migas untuk masuk di Blok Randugunting. Oleh karena itu PHE Randugunting mengajukan perpanjangan ijin selama empat tahun ke depan.
“Kami secara khusus ditugaskan turun lapangan untuk mengeksplorasi Blok Randugunting,” tegas Masdar.
Titik eksplorasi, lanjutnya, berada pada posisi diapit daerah-daerah penghasil minyak. Kedalaman maksimal yang akan dibor 2.200 meter dengan waktu kerja selama 55 hari. Mudah-mudahan sumur ketiga ini berhasil bisa menjadi roda penggerak ekonomi di Kabupaten Blora.
Masdar menyatakan secara formal kontrak eksplorasi lapangan migas Blok Randugunting berakhir 8 Agustus 2013 lalu. Mengingat potensi migas yang cukup tinggi di Blok Randugunting, izin kegiatan operasional blok yang berada di wilayah Blora, Rembang, Pati dan Grobogan, maka ijin diperpanjang.
Kini proses eksplorasi pencarian titik cadangan migas sudah dimulai, harapan besar untuk mendapatkan titik cadangan migas tersebut bergantung pada hasil pemboran ketiga kalinya ini. Setelah pemboran sebelumnya di sumur Diponegoro (DPG)-1 di Desa Krocok, Kecamatan Japah pada tahun 2010 dan sumur Cempaka (CPE)-1 di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan di tahun 2011 belum berhasil.
Harapan besar juga digantungkan Pemkab Blora pada hasil ekplorasi ini. Seperti diungkapkan Bupati Blora, Djoko Nugroho, yang berharap mendapatkan kue manis dari blok ini. Terlebih Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari Blok Cepu selama bertahun-tahun tidak pernah sampai ke tangan Blora. (ali)