SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Paska aksi penjarahan massal yang terjadi beberapa waktu lalu di Kawasan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan yang berada di Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hingga kini jajaran kepolisian masih melakukan backup (dukungan) pengamanan hutan di sejumlah titik.
Selain di kawasan hutan KPH Parengan, pengamanan juga dilakukan di lokasi rawan pembalakan yang lain. Yaitu, di wilayah hutan KPH Jatirogo. Kedua titik ini puluhan anggota dari Polres Tuban masih melakukan penjagaan dengan bersenjatakan laras panjang.
Â
“Tujuannya untuk melakukan pencegahan penjarahan kayu,†terang Kasat Sabhara Polres Tuban, AKP Yani Susilo, sesaat usai memberangkatkan pasukan, Jumat (18/10/2013).
Â
Pengamanan dilakukan dengan sistem bergiliran. Bila satu peleton yang berjumlah 11 orang ditarik dari kawasan hutan, maka akan langsung digantikan dengan peleton lain. Selain itu, saat patroli hingga masuk ke dalam hutan anggota tidak diijinkan untuk pergi sendiri. Alasannya adalah faktor keamanan, dan antaranggota bisa saling menjaga.
Â
Perwira dengan 3 balok di pundak ini belum mengatakan kapan penjagaan hutan akan diakhiri. Semuanya masih menyesuaikan keamanan kawasan hutan dari aksi pembalakan.
Â
“Terkait dengan waktunya, kita masih menyesuaikan,†tandasnya. (edp)