SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Tak selamanya proses pengeboran sumur air di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sukses. Di awal bulan Juni 2018 lalu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) tak sengaja menemukan gas ditengah pengeboran sumur air di Desa Bringin, Kecamatan Montong.
“Di Bringin kita kemarin terkendala gas,†ujar Kabid Air Minum dan Sanitasi Dinas PRKP Tuban, Juli Wibowo, ST, MT, kepada suarabanyuurip.com, di kantornya, Kamis (23/8/2018).
Juli sapaan akrabnya, menjelaskan, setelah gas muncul di sumur air uji, kontraktor di bawah kendali Dinas PRKP langsung mengebor di dua titik lainnya. Hasilnya bagus keluar air, dan sementara kulitas airnya masih diuji.
Sebenarnya pengeboran sumur yang keluar gasnya sudah selesai. Prediksinya kandungan gasnya juga tidak banyak. Setelah dikompresor oleh tim, kualitas airnya bagus.
“Airnya langsung saya cicipi dan tidak ada efeknya,†terang pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah ini.
Pihaknya sebenarnya tak berharap gas ikut keluar bersama air dan lumpur. Untuk mengantisipasi hal yang tidak dinginkan, mulut sumur sudah dipasang penutup. Sekaligus Pemdes untuk menjaga, supaya tidak ada aktifitas warga di sekitar sumur itu.
Sebelum mengebor air, pihaknya melaklukan studi geolistrik dahulu. Apabila ada rekomendasi sumber air, maka timnya langsung membuat sumur uji. Apabila debitnya bagus satu liter per detik, maka bisa dijadikan sumber air baku dan didistribusikan ke masyarakat.
“Kita bor sumur uji dulu, baru bisa ditetapkan tidaknya menjadi sumur produksi air,†terang pria yang pernah bekerja di Kalimantan selama 25 tahun.
Selain gas, Pemkab sebelumnya juga tak sengaja menemukan air bercampur minyak warna hitam. Temuan tersebut bersamaan dengan pengeboran air di Kecamatan Senori.
Kepala Dinas PRKP Darmaji, menambahkan pengeboran sumur air merupakan program tahunannya dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Air sangat penting peranannya, sehingga di titik-titik yang menjadi langganan krisis air akan dibor.
“Kita ngebor air berdasarkan kebutuhan masyarakat,†sambungnya.
Di tahun 2018 ini, PRKP menargetkan menemukan sumber air sebanyak 16 titik. Dari jumlah tersebut airnya masih diuji, dan lebih dari 70 persen pengeboran berhasil. Dimana keberhasilan dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas air. Setiap titik disiapkan anggaran Rp250 juta.
Sebatas diketahui, Desa Bringin merupakan tetangga Desa Maindu. Gas di Bringin diduga kuat terhubung dengan gas di Maindu yang memunculkan api abadi. Dilihat dari peta, Kecamatan Montong juga berbatasan dengan Kecamatan Soko, yang mana merupakan daerah penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas) Mudi, Blok Tuban.(Aim)