Harga Beras Merangkak naik

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Musim kemarau  berkepanjangan membuat produksi padi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menurun. Banyak lahan pertanian yang kekurangan air sehingga menghambat pertumbuhan padi.

Kondisi tersebut menjadikan harga beras masih tinggi yakni berada dikisaran Rp 8.800 per kilogram hingga Rp 9.100 per kilogram.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Kota Bojonegoro, Sumini, mengatakan, susahnya untuk mendapatkan gabah dari para petani menyababkan harga beras di Bojonegoro mengalami peningkatan.

“Para petani saat ini banyak yang gagal panen dan juga menipisnya stok gabah,” kata Sumini, mengungkapkan.

Akibatnya membuat harga beras masih relatif tinggi. Saat ini harga beras untuk kwalitas biasa awalnya Rp 7.800 per kilogram sekarang mencapai Rp 8.800 per kilogram. Sedangkan beras kwalitas tinggi mencapai Rp 9.100 per kilogram.

“Kenaikannya seribu rupiah per kilo gram,” sergah Sumini.

Karena menurunya produksi padi stok gabah di wilayah Bojonegoro banyak digunakan para petani. Sehingga untuk saat ini stok gabah menipis dan harganya sangat tinggi. Hingga saat ini harga gabah mencapai Rp 3.200 per kilogram hingga Rp 4.200 per kilogram.(rien)

Baca Juga :   Setubuhi Keponakan Hingga Hamil Tujuh Bulan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *