SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Setelah melalui negoisasi yang alot, akirnya tuntutan warga Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dipenuhi PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri. Kontraktor pelaksana proyek Engineering, Procurement and Construction (EPC)-2 Banyuurip, Blok Cepu, itu menyetujui untuk melibatkan warga setempat terlibat dalam penyediaan jasa mobil tanki penyuplai air bersih.
Selain itu, dalam kesepakatan tertulisnya yang dibacakan Kapolsek Ngasem, AKP. Subarata, IKPT bersedia memberikan harga jasa mobil tanki senilai Rp8.500.000 per bulan. Juga penambahan satu tenaga flag men, dua penjaga keamanan (PK), dan pengambilan air di sumur setempat secara bergantian selama seminggu sekali ganti.
Beberapa kesepakatan itu diperoleh melalui pertemuan di rumah Kepala Desa (Kades) Jelu, Guntur, sekira pukul 18.00 WIB, Senin (21/10/2013). Hadir dalam pertemuan, anggota pengamanan obyek vital (Pam Obvit), perwakilan IKPT, Ivan Tarigan, Dian Iskandar, Solihul Anwar dan perwakilan tokoh masyarakat Desa Jelu.
Perwakilan warga Jelu, Pardi, mengaku kesal dengan sikap IKPT yang terkesan mengulur-ulur tuntutan warga sehingga terpaksa menghentikan pengambilan air dari sumur milik Sekretaris Desa (Sekdes) Jelu, Yisno.
“Masa Sekdesnya sudah PNS digaji negara masih ngrebut kerjaan proyek, tidak mau mikirkan rakyatnya yang masih nganggur belum kerja. Saya minta waktu satu minggu untuk usaha mobil tanki air tersebut. Dimulai hari ini hingga sabtu depan. Jika tidak mendapatkan maka dipersilahkan IKPT menggunakan mobil tanki dari luar,” kata Pardi dalam pertemuan tersebut.
Kades Jelu, Guntur, meminta, agar kesepakatan yang tertuang dalam berita acara kesepakatan antara warga dengan pihak IKPT dan diketahui oleh Polsek Ngasem untuk ditaati semua pihak. Yang mana dalam kesepakatan itu, selain penambahan satu flagmen dan dua PK, pengambilan air dari sumur juga bergantian. Yakni satu minggu dari sumur Sekdes Jelu, Yisno, dan satu minggu berikutnya mengambil air dari sumur Pardi.
“Semua sudah klir Mas, karena permintaan warga sudah disetujui oleh IKPT,” sambung Guntur seusai pertemuan.
Sebelumnya, jumlah warga Jelu yang sudah dilibatkan dalam proyek pipanisasi Blok Cepu sebanyak 13 orang. Rinciannya, flag man sebanyak 3 orang, PK 6 orang, Helper 4 orang. Dengan tambahan tenaga kerja itu warga Jelu yang terlibat menjadi 16 orang.
“Alhamdulillah meski awalnya alot, akirnya ada solusi dan tercapai kesepakatan, Mas,” sergah Kapolsek Ngasem AKP Subarata.
Sekedar diketahui, pertemuan itu dilakukan setelah sekira 10 warga Jelu menghentikan pengambilan air dari sumur Sekdes Jelu, Yisno untuk kebutuhan proyek penyambungan pipanisasi dari sumur Banyuurip menuju lepas pantai di Kabupaten Tuban.(sam)