PMII Tolak Bojonegoro Dijadikan Lumbung Pangan dan Energi

NULL

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Sebanyak 35 mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Jawa Timur menggelar demo di Bundaran Adipura Jalan Diponegoro, Rabu (23/10/2013). Mereka menolak rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang akan menjadikan Bojonegoro sebagai lumbung pangan dan energi negeri.

Kordinaator aksi Moh. Ulil Fikri dalam orasinya mengkapakan, rencana yang digagas Pemkab Bojonegoro itu saling bertolak belakang. Sebab jika Bojonegoro menjadi lumbung pangan maka lumbung energi akan terbengkalai. Begitu juga sebaliknya, jika Bojonegoro dijadikan lumbung energi maka lahan pertanian akan tergerus.

“Kalau memaksimalkan lumbung energi, maka lumbung pangan yang dipertaruhkan,” teriaknya sambil membakar semangat para demonstran.

Fikri menyatakan, peran Pemkab Bojonegoro tidak cukup dengan merencanakan dan membuat peraturan daerah (Perda) namun miskin aplikasi. Akibatnya rakyat kecil lagi-lagi menjadi korban, karena petani tergoda oleh investor dan calo lahan untuk dibeli tanpa adanya pendampingan yang serius dari Pemkab.

“Petani dibiarkan kehilangan mata pencahariannya, dan Pemkab tidak memikirkan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Baca Juga :   Gaji PPPK Bojonegoro Angkatan 2023 Tersendat Satu Bulan

Oleh sebab itu PMII menuntut Pemkab setempat untuk mempertahankan lahan hijau, mempertegas pelaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), menanggulangi dampak industri migas bagi para petani, meningkatkan prduktivitas pertanian, dan mengoptimalkan hasil industri migas untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyarankan agar pemerintah mengukur dan mengatur air untuk mencegah kekeringan,” tandas Fikri.

Selain itu, perlu adanya sosialisasi balai benih untuk benar-benar menyelesaikan masalah benih unggul, dan membuat terobosan baru guna meningkatkan hasil pertanian.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *