Bupati Suyoto Minta Mahasiswa Pahami RPJMD

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Penolakan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro terhadap program Pemkab Bojonegoro menjadikan daerahnya sebagai lumbung pangan dan energi direaksi oleh Bupati Bojonegoro, Suyoto.

Dalam aksi unjuk rasanya, Rabu (23/10/2013), PMII melakukan penolakan terhadap program yang digadang Pemkab dibawah kepemimpinan Bupati Suyoto. Menurut PMII rencana yang digagas Pemkab Bojonegoro itu saling bertolak belakang. Jika Bojonegoro menjadi lumbung pangan maka lumbung energi akan terbengkalai. Begitu juga sebaliknya, jika Bojonegoro dijadikan lumbung energi, maka lahan pertanian akan tergerus.  

Bupati Suyoto meminta, agar PMII mempelajari dahulu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebelum menolak Bojonegoro dijadikan lumbung pangan dan lumbung energi.  

“Lumbung energi itu adalah anugerah dari Tuhan YME, jadi kita tangkap kesempatan ini sebesar-besarnya,” ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (26/10/2013).

Dia menjelaskan, kesejahteraan masyarakat Bojonegoro sudah direncanakan melalui beberapa langkah. Diantaranya, akses pekerjaan untuk putra daerah, akses mendapatkan peluang usaha atau bisnis, adanya pengaturan kawasan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.

Baca Juga :   Lupa Tak Cabut Kunci, Motor Digasak Maling

“Pendapatan migas akan kita pakai untuk menopang produktivitas perekonomian berkelanjutan,” tandasnya.

Kalau minyak dicampur dengan nasi memang tidak bisa. Tetapi, jika uang dari hasil minyak itu diinvestasikan untuk roda ekonomi masyarakat khususnya di bidang pangan maka akan mendatangkan kesejahteraan.

Dia menjelaskan, kenapa di bidang pangan ini dikarenakan beberapa hal. Alasan yang pertama adalah masyarakat Bojonegoro basisnya adalah petani, hanya tinggal mengoptimalkan. Tinggal pengairannya yang dipenuhi dan dicukupi, para petani mendapatkan pendidikan melalui pelatihan supaya hasil pertanian meningkat.

Selanjutnya sektor perikanan ditingkatkan, sektor perkebunan buah-buahan juga ditingkatkan. Yang tadinya kurang maksimal dimaksimalkan lagi. Apalagi masuk pada skala industri. Akan ada home industri,bisa memproduksi buah segarnya,olehan buahnya dan sebagainya.

“Mata rantai itu akan membawa lapangan pekerjaan bagi pemuda daerah,” tandasnya.

Disinggung terkait penggunaan lahan produktif, Suyoto menyatakan, akan mulai mengarahkan perumahan model tingkat. Sekarang saja sudah kehilangan lahan pertanian 600 hektar untuk migas, tetapi dapat kompensasi yang tadinya keluar 5 ton padi menjadi 7 ton padi.

Baca Juga :   200 Ha Padi Terancam Puso

“Dengan mengusahakan semua petani di Bojonegoro yang awalnya panen sekali bisa panen dua kali,” tukasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *